Pep Guardiola Raheem Sterling Kevin De Bruyne Manchester City GFXGetty Images

Pep Guardiola Pantas Gugup Setelah Diekspos Arsenal Arahan Mikel Arteta

Manchester City mengalami kekalahan di piala domestik pertamanya dalam 880 hari terakhir setelah dibekuk Arsenal di semi-final Piala FA pada akhir pekan kemarin, dan itu menjadi penegasan bahwa semua hal yang bagus pasti ada masa kedaluwarsanya.

Setelah menjuarai dua Piala Liga, satu Piala FA dan meraih delapan kemenangan beruntun di Wembley secara keseluruhan, City di satu titik pasti akan mengalami kejatuhan.

Meski memiliki 71 persen penguasaan bola dalam kekalahan di semi-final Piala FA dari Arsenal, dengan mereka unggul 16 tendangan berbanding empat, City justru tidak sanggup membongkar barisan pertahanan lawan yang tampil bersemangat dan berkomitmen.

Mikel Arteta jelas telah belajar banyak dari dua musimnya sebagai asisten Pep Guardiola di ruang ganti City dan menggunakan waktunya tersebut untuk mengecoh mantan gurunya itu.

Tim Arsenal diperintahkan oleh Arteta untuk menutup ruang gerak pemain lawan sebelum mereka melakukan ‘cutback’ yang biasanya menjadi andalan City, mempersempit ruang guna menghentikan Kevin De Bruyne dan Ilkay Gundogan menggeser bola dengan cepat, dan menutup celah di kotak penalti di mana David Silva biasa menunjukkan magisnya.

Itu bukan kekalahan yang bisa dikaitkan dengan nasib buruk atau kegagalan dalam memanfaatkan peluang. Pep memilih susunan pemain terkuatnya, minus Sergio Aguero yang cedera, dan mereka adalah tim terbaik kedua di pertandingan tersebut.

Masalah-masalah City tersingkap dan kekalahan itu menunjukkan area mana saja yang harus diperkuat Pep di bursa transfer ketika itu dibuka kembali satu minggu ke depan.

Ada tren yang mengkhawatirkan dari kekalahan terakhir - seperti saat jumpa Manchester United, Chelsea dan Southampton. Laga-laga tersebut dikuasai City yang dominan memainkan bola namun mereka gagal menuntaskan peluang dari permainan terbuka. Dari 16 tembakan yang mereka arahkan ke gawang Arsenal, hanya satu yang benar-benar menguji kiper Emiliano Martinez.

Pierre-Emerick Aubameyang Arsenal GFXGetty Images

Namun yang paling mengkhawatirkan adalah ketidakmampuan mereka dalam menutup celah di lini belakang saat tampil dominan.

Strategi Pep yang beresiko tinggi dan berhadiah besar bergantung pada pertahanan kokoh yang mampu menumpas segala ancaman sebelum itu muncul.

Kemenangan Arsenal mengekspos kelemahan di lini belakang City yang tidak cepat atau cukup pintar untuk mengatasi gaya serangan balik yang tajam. Itu telah menjadi masalah di sepanjang musim, dengan mereka diekspos oleh tim-tim yang cepat seperti Wolves dan United di Etihad Stadium, dan di kandang Norwich City yang akhirnya terdegradasi, pada September lalu.

Arsenal arahan Arteta sangat tepat dan berani ketika memutuskan bermain dari belakang tetapi City begitu ceroboh ketika high press-nya dirusak.

Untuk gol pembuka, Benjamin Mendy terlalu banyak memberi ruang pada Nicolas Pepe yang melakukan umpan silang, dan Kyle Walker terlalu lemah untuk coba menghalangi bola itu sebelum dijangkau Pierre-Emerick Aubameyang yang melakukan penyelesaian akhir luar biasa.

Aubameyang menyelaraskan waktu dengan sempurna dan kemudian berlari dengan cepat dari pertahanan untuk mencetak gol kedua. Dia bisa saja mengukir hat-trick jika dia memaksimalkan kesempatan sebelumnya menyusul umpan buruk dari Ederson.

"Kami tidak bermain bagus dan pada hari ketika Anda harus melakukannya, kami tidak bisa melakukannya,” aku Pep. "Kami mulai laga dengan lambat dan tanpa cara bermain. Kami selalu siap tetapi hari ini kami tidak siap.”

Akan tetapi manajer City itu punya beberapa pilihan di skuadnya jika ingin beralih.

Walker sangat konsisten sepanjang musim dan rekrutan musim panas Joao Cancelo belum mampu untuk menggulingkannya sebagai bek kanan pilihan utama. Di sisi lain, performa Oleksandr Zinchenko telah menurun setelah menjadi pemain reguler dalam musim yang luar biasa kemarin.

Di jantung pertahanan, Nicolas Otamendi dan John Stones tidak percaya diri dan kesulitan untuk tampil mengesankan dalam kemenangan tipis melawan Bournemouth pada pertengahan pekan. Pep saat ini memainkan rookie Eric Garcia yang baru berusia 19 tahun, dengan ia berduet bersama Aymeric Laporte.

Pep dipastikan akan memperkuat skuadnya pada musim panas ini dengan kemungkinan dua bek tengah dan satu bek dalam daftar buruannya.

Sebelum itu, dia harus menemukan cara untuk menghilangkan beban dari empat pemain belakang jika ingin melewati Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions dan ikut turnamen mini akhir musim di Portugal.

"Kami kesulitan untuk bermain di level kami," tambah Pep. “Anda tidak harus genius untuk menyadari bahwa kita perlu meningkatkan level kita melawan Madrid.”

Zinedine Zidane, yang berhasil mempersembahkan gelar LaLiga, akan menjalani duel di Etihad nanti dengan harapan dan semangat baru, sekalipun timnya harus mengatasi defisit 2-1 buah dari kekalahan di leg pertama.

Iklan
0