Penggawa Persis Solo Eks PSIS Semarang Siap Tundukkan Mantan Klub

Komentar()
GOAL/Aurelius Balakosa
Saat ini, ada enam penggawa Persis yang merupakan mantan pemain PSIS.

LIPUTAN   AURELIUS BALAKOSA     DARI   SOLO    

Pertandingan lanjutan pekan keenam Grup 4 Liga 2 akan menampilkan partai penuh gengsi antara pemuncak klasemen sementara Persis Solo melawan peringkat kedua PSIS Semarang di Stadion Manahan, Solo, Kamis (6/7). Sebenarnya kedua tim memiliki nilai sama, yakni 13 poin. Namun Laskar Sambernyawa lebih baik dalam hal memasukkan gol ketimbang tim Mahesa Jenar. 

Pertandingan ini tentu saja yang paling ditunggu publik sepak bola Jawa Tengah, untuk membuktikan siapa penguasa sejati persepakbolaan di Jateng saat ini. 

Sisi lain, Persis memiliki enam pemain eks PSIS yang saat ini mengisi skuat Widyantoro. Mereka adalah Anam Syahrul, Bayu Andra, Andriantono Oriza, Eli Nasoka, Bakori Andreas, dan Dedi Cahyono Putro. 

Hanya Anam yang belum sekali pun merumput karena cedera. Di laga perdana lawan PPSM Magelang, Anam masuk line up, selebihnya dia menepi karena cedera otot paha kanan. Peran Anam di laga lawan PSIS ini cukup penting untuk memberikan informasi kepada Widyantoro untuk membongkar lini pertahanan yang dihuni Rio Saputro dan kawan-kawan. 

SIMAK JUGA: M Ridwan Dianggap Bisa Rusak Skenario Persis

Sebelum bergabung dengan Persis musim ini, pemain asal Jepara tersebut menjalani seleksi bersama tim Kota Lumpia. Tidak menemukan kesepakatan nilai kontrak, akhirnya Anam memilih Persis. 

SIMAK JUGA: Persis Anggap Komdis Tak Bijak

"Kondisi sudah fit 100 persen. Jika nanti diturunkan pelatih, saya akan berikan kemampuan terbaik demi Persis," kata Anam, kepada Goal Indonesia. 

Bakori Andreas dan Dedi Cahyono Putro adalah dua pemain yang sangat diwaspadai pelatih PSIS, Subangkit. Berada di sektor sayap kanan dan kiri, akselerasi dan agresivitas kedua pemain ini bisa merusak skenario pertahanan tim tamu. 

Bakori saat membela PSIS, bertarung melawan bek kanan Persis, Akbar Riansyah, yang kini menjadi rekan setim. Saat itu, Bakori merepotkan pertahanan yang dijaga Akbar. 

"Partai yang sarat emosi dan respek. Di luar lapangan kami semua teman. Inilah sepakbola, saat kami bertarung, ya harus membela tim saat ini. Hingga sekarang, saya dengan pengurus PSIS masih berkomunikasi dengan baik. Dan ini menjadi laga yang paling saya tunggu," tegas Bakori. (gk-18)

Footer Goal Indonesia Instagram

Tutup