Ravel MorrisonGetty Images

Pengakuan Ravel Morrison Pernah Curi Sepatu Rio Ferdinand & Wayne Rooney Demi Hidupi Keluarga

Ravel Morrison mengaku pernah mencuri sepatu Rio Ferdinand dan Wayne Rooney dari ruang ganti di tempat latihan Manchester United untuk kemudian dijual dan uangnya dipakai demi menyediakan makanan bagi keluarganya.

Pemain yang kini berusia 28 tahun itu adalah salah satu bintang muda paling cemerlang di tim akademi United yang terkenal dan bahkan dinilai oleh Sir Alex Ferguson sebagai remaja terbaik yang pernah dia lihat. Tapi, masalah di luar lapangan membuat kariernya di Old Trafford dipersingkat sebelum dia menyadari potensinya.

Morrison berbicara tentang kesulitan yang dia hadapi di luar sepakbola dalam podcast “Five” Rio Ferdinand, menjelaskan bagaimana dia salah bergaul dan sering terlambat latihan yang justru sering membuatnya dalam masalah.

Morrison memberi tahu Ferdinand: “Jelas saya [waktu itu] digaji sebagai didikan akademi, saya masih muda.

“Dahulu Anda bisa mendapatkan £250 hanya dari sepasang sepatu bola. Anda mengambil dua pasang sepatu, Anda mendapatkan £500 dan Anda pulang dan membelikan keluarga Anda sebuah Chinese food atau yang lain.

“Kalian [para pemain tim utama] biasanya memiliki 30 pasang sepatu bola. Saya tidak bermaksud untuk menimbulkan kerugian, tetapi ketika saya biasa melihat paket Anda atau paket [Wayne] Rooney, Anda mendapatkan 20-30 pasang sekaligus, saya berpikir untuk mengambil satu pasang saja demi menaruh makanan di atas meja bagi keluarga di rumah, saya tidak berpikir itu akan menjadi masalah besar tapi jelas sekarang saya tahu.”

Jauh sebelum ‘ulah nakal’ Morrison, Ferguson sangat menghargai si pemain dan bahkan memberinya debut. Sang mantan manajer lantas diminta oleh Ferdinand untuk menggambarkannya.

Ferguson mengatakan: “Kesan pertama dan abadi saya tentang Ravel sebagai anak muda adalah bahwa dia selalu punya waktu dan ruang, selalu siap untuk menguasai bola, sangat tidak biasa bagi anak muda seusianya.

"Hal lain tentang Ravel yang akan selalu saya hargai, karena tidak ada pemain muda lain yang pernah melakukannya, setelah pertandingan pertama untuk tim utama yang dia mainkan, keesokan paginya dia datang ke kantor saya dan memberi saya surat terima kasih karena telah memberinya debut Saya terkesima. Bocah laki-laki itu memiliki hati yang baik, dia hanya dipukuli oleh latar belakangnya.“

Debut Morrison itu terjadi dari bangku cadangan dalam kemenangan 3-2 melawan Wolves di Piala Liga pada Oktober 2010. Secara total, dia membuat tiga penampilan untuk United dan semuanya datang di Piala Liga dan dari bangku cadangan.

Pada Januari 2012 Morrison dijual ke West Ham dan, pada awal musim 2012/13, dipinjamkan ke Birmingham City. Dia kembali ke Hammers tetapi dikirim dengan status pinjaman lagi di pertengahan musim 2013/14 ke Queens Park Rangers. Pada awal musim 2014/15, ia dipinjamkan ke Cardiff City hingga akhir musim dan, setelah tidak diberi kontrak baru oleh West Ham, ia tanpa klub pada 2015.

Pada musim panas 2015 ia bergabung dengan Lazio sebagai bebas agen dan dipinjamkan ke QPR pada jendela Januari 2017 di mana ia bertahan hingga akhir musim. Kemudian datang masa pinjaman bersama klub Meksiko Atlas sebelum bertugas di klub Swedia Ostersunds, hingga kemudian mengamankan transfer gratis ke Sheffield United pada 2019.

Dia dipinjamkan ke Middlesbrough untuk paruh kedua musim 2019/20 sebelum pindah ke ADO Den Haag dengan status bebas transfer pada September tahun lalu. Dia meninggalkan klub Belanda itu dengan kesepakatan bersama pada Januari tahun ini, setelah bermain hanya lima pertandingan.

Iklan
0