LIPUTAN MUHAMMAD SRAHLIN R DARI MAKASSAR
Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts mengaku belum bisa memastikan Bruce Djite dicoret dari tim pada putaran kedua Liga 1 2018, karena bergantung kepada kondisi keuangan klub.
Djite didatangkan ke PSM dengan harapan dapat menjadi andalan di lini depan. Namun, pemain berpaspor Australia ini justru lebih sering dibekap cedera. Dari 12 laga yang sudah dijalani PSM, Djite hanya tampil lima kali.
Rene Alberts pun masih berteka-teki mengenai masa depan Djite. Untuk saat ini Rene Alberts hanya berharap proses pemulihan cedera Djite berlangsung cepat, sehingga dapat dimainkan sebelum putaran pertama berakhir.
“Saya belum bahas dengan CEO Munafri Arifuddin. Secara teknis seharusnya sudah dievaluasi, tapi finansial bisa mengubah keadaan. Saya hanya berharap dia sudah bisa main setelah libur Lebaran,” ungkap Rene Alberts.
Sementara itu, Rene Alberts juga lebih tertutup menjelang duel melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (9/6) malam WIB. Hal ini dilakukan agar Juku Eja mendapatkan hasil maksimal di laga terakhir sebelum diliburkan.
“Normal saja kami latihan tertutup, dan nanti saya akan sering lakukan. Itu akan terjadi setiap dua hari sebelum pertandingan akan kita terapkan,” kilah Pelatih kelahiran Amsterdam Belanda tersebut.
Rene Alberts mengakui Persebaya berpoteni merepotkan tim besutannya. Sebab, menurut Bajol Ijo dikenal sebagai tim yang sangat agresif. Selain itu, Persebaya dinilai sebagai tim dengan materi pemain cepat, dan sangat kuat ketika berduel.
“Saya kenal tim seperti Persebaya yang sangat agresif. Kami harus antisipasi, karena mereka merupakan tim dengan materi pemain yang setahu saya punya kecepatan,” jelas Rene Alberts.
“Kalau dilihat, kami tidak bisa bilang ada pemain kunci di Persebaya. Mereka punya playmaker yang baik. Jadi kualitas pemain Persebaya merata, tidak ada satu atau dua pemain kunci.” (gk-69)
