Penalti Ganggu Mental Pemain Mitra Kukar

Komentar()
Goal / Abi Yazid
Jafri menyebutkan jajaran pelatih mempunyai pekerjaan rumah terkait mental pemain untuk putaran kedua.

LIPUTAN   RIZKAART CENDRADIPUTRA     DARI   BEKASI   

Pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra mengungkapkan, hadiah penalti untuk Bhayangkara FC memberikan pengaruh terhadap mental pemainnya, sehingga menelan kekalahan telak 4-1 di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (21/7) sore WIB.

Wasit menunjuk titik putih setelah wasit menganggap Jorge Gotor mendorong Paulo Sergio. Naga Mekes sempat mogok bertanding sekitar tiga menit sebelum Sergio sukses mengeksekusi penalti. Jafri juga mengungkapkan pergantian pemain akibat cedera mengganggu irama permainan anak asuhnya.

SIMAK JUGA: Bhayangkara Hajar Mitra Kukar

“Babak pertama sempat menaruh harapan anak-anak bisa main lebih berkembang. Tapi pergantian pemain di babak awal sangat mengganggu strategi lanjutan di babak kedua. Harus terima hasil yang pahit ini,” beber Jafri.

“Penalti tadi mengubah mentalitas pemain di lapangan, sehingga kehilangan konsentrasi dan sentuhan. Tapi bukan itu yang menjdi faktor. Yang utama bagaimana kami harus membebahi lagi mental pemain ketika hal seperti itu menimpa tim kami.

SIMAK JUGA: PREVIEW Liga 1: Bhayangkara FC - Mitra Kukar

“Ini yang menjadi catatan bagi pelatih supaya ke depannya tidak lagi terjadi. Keputusan seperi itu mengubah mental bertanding kami.”

Jafri menyoroti catatan negatif Mitra Kukar yang sulit mendapatkan angka saat laga tandang. Ia juga mengaku kecewa dengan proses terjadinya dua gol Guy Junior. Proses gol hampir sama saat Junior lolos dari kawalan pemain belakang Mitra Kukar hingga tinggal berhadapan dengan kiper Riki Pambudi.

“Itu jadi satu catatan bagi kami, kenapa tahun ini begitu sulit main away. Tapi yang pasti tim ini akan berkembang terus di putaran kedua. Kemungkinan kami akan fokus melakukan apa yang kami inginkan, yaitu di kandang dan tandang menang,” jelas Jafri.

SIMAK JUGA: Pemain BFC Diminta Tak Percaya Diri Berlebihan Di Sisa Putaran Pertama

“Ini miss komunikasi di belakang. Seharusnya tidak harus terjadi dua gol hampir mirip kejadiannya. Terjadi pergantian pemain di waktu yang tidak kami inginkan. Ada perubahan taktikal, salah satunya komunikasi berubah, makanya terjadi dua gol yang seharusnya tidak terjadi.”

“Ini sangat merugikan tim kami sendiri. Ini masuk catatan yg harus kami benahi. Nantinya paling tidak ketemu terakhir laga kandang, dan awal putaran kedua akan banyak pembenahan yang harus kami lakukan sekalipun waktunya sangat singkat.” (gk-61)

 

Footer Goal Indonesia Instagram

Tutup