OLEH DONNY AFRONI & MUHAMMAD SHOLIHIN
Pelatih Borneo FC Dragan Djukanovic menilai hadiah penalti yang diberikan wasit ketika tim besutannya menelan kekalahan 1-0 dari PSM Makassar, Senin (19/6) malam WIB, membuat pemain tertekan.
Borneo FC dipaksa menelan kekalahan setelah mantan striker mereka Reinaldo Elias menjebol gawang Muhammad Ridho di menit ke-66. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran Ridho terhadap M Rachmat.
SIMAK JUGA: Menang Tipis, Robert Alberts Kecewa
Djukanovic mengatakan, sejak awal ia sudah mewaspadai faktor nonteknis bermain di Stadion Andi Mattalatta. Menurutnya, keputusan penalti itu membuat pemain makin tertekan.
“Pertandingan sangat seru, tapi tidak sesuai dengan kenginan kami. Mereka mendapatkan tendangan penalti, sehingga membuat kami kalah. Para pemain langsung tertekan,” ungkap Djukanovic.
SIMAK JUGA: Penalti Reinaldo Menangkan PSM
“Penalti mengubah pertandingan ini, dan itu menjadi penyakit kami selama ini. Setiap kami melakukan pertandingan tandang, kami sudah stres lebih dulu memikirkan keputusan apa yang akan kami terima dari wasit. Ini tentunya berpengaruh ke psikologis pemain,” ucap pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Djukanovic juga menampik anggapan timnya tidak bisa mengembangkan permainan akibat tekanan. Menurutnya, permainan Borneo FC sudah berhasil meredam eksplosivitas pemain tuan rumah.
“PSM memang dominan, tapi secara organisasi kami mampu mengatasi permainan PSM. Saya sengaja lebih bertahan, karena bisa meminimalisasi PSM membuat peluang,” ungkap Djukanovic.
SIMAK JUGA: Flavio Beck Junior: PSM Sudah Berubah
Sementara kapten tim Ponaryo Astaman menilai jadwal yang dilakoni Borneo FC tidak seberuntung tim lain. Hingga pekan ke-11, Pesut Etam sudah tujuh kali melakoni laga tandang, dan hanya mendapatkan dua poin, sehingga berada di papan bawah klasemen.
“Faktor kekalahan ini karena kami banyak partai tandang. Ini jadwal yang tidak bagus, faktanya kami berada di papan bawah. Ini bisa memberikan pengaruh psikologi terhadap pemain,” kata mantan gelandang PSM ini. (gk-69)






