TOYOTA - Aymen Hussein - GFX

Pemain Muda Terbaik Asia Juli: Aymen Hussein


OLEH    ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Ajang kualifikasi Piala Asia U-23 menyita perhatian banyak pihak sepanjang Juli dengan sederet bintang muda unjuk gigi dan mengerahkan kemampuan terbaik mereka bersama negara masing-masing.

Satu nama yang paling bersinar adalah Aymen Hussein. Striker andalan tim nasional Irak U-23 tersebut menjadi pilihan Goal Indonesia sebagai pemain muda terbaik Asia periode Juli berkat performa impresifnya dengan menjadi top skor kualifikasi.

Pemain Muda Terbaik Asia Juni: Sardar Azmoun

Penyerang berusia 21 tahun yang membela klub lokal Irak, Al Naft tersebut menjadi tulang punggung pasukan muda Singa Mesopotamia dengan sanggup membukukan enam gol dari total hanya tiga kali penampilan di Grup B yang berlangsung di Arab Saudi.

Gawang Afghanistan menjadi saksi ketajaman Hussein di laga perdana kualifikasi. Irak sukses memetik kemenangan telak dengan skor 8-0 dan di laga tersebut sang pemain yang memiliki tinggi 189cm itu melesakkan lima gol sekaligus yang salah satunya melalui titik putih.

TOYOTA - Aymen Hussein - GFX

Sempat 'puasa' di laga kedua ketika Irak menang tipis 2-1 atas Bahrain, Hussein melanjutkan insting predatornya dengan menjadi pencetak gol kedua yang menandai kemenangan timnya 2-0 atas tuan rumah kualifikasi, Arab Saudi.

Tiga kemenangan beruntun tersebut meloloskan Irak secara langsung ke babak utama turnamen yang akan berlangsung di Tiongkok pada 9–27 Januari tahun depan dengan status sebagai pemuncak Brup B. Selain itu, Irak juga menjadi salah satu dari empat tim yang menyapu bersih kemenangan di fase grup bersama dengan Oman, Uzbekistan dan Australia.

Potensi Hussein sebenarnya sudah terpancar sejak 2016 lalu kala berhasil menjadi pahlawan kemenangan Irak atas Qatar dalam perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23, yang berbuah tiket menuju Olimpiade. Namun cedera memupus mimpinya untuk bisa tampil di Olimpiade yang digelar di Brasil.

Pencapaiannya tahun ini bisa dibilang menjadi titik balik dalam karier sepakbolanya yang sempat terganggu oleh ISIS. Agresi yang dilakukan kelompok teroris tersebut sempat memaksa Hussen dan keluarganya mengungsi dari kampung halaman di Kirkuk pada 2014 lalu.

Iklan