LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Pelatih Persela Lamongan Heri Kiswanto mengaku pemain mudanya sempat kehilangan kepercayaan diri, walau akhirnya mampu memetik kemenangan 2-1 atas Sriwijaya FC di Stadion Surajaya, Kamis (1/6) malam WIB.
Heri mengatakan, situasi itu terjadi sebagai buntut absennya bek Marcio Rozario akibat akumulasi kartu, serta Ivan Carlos yang dibekap cedera. Menurut pelatih yang akrab disapa Herkis ini, Saddil Ramdani dan Fahmi Al Ayyubi sempat gugup.
SIMAK JUGA: Persela Tekuk Sriwijaya FC
“Syukur Alhamdulillah kami bisa menang, meski sebenarnya sempat waswas, karena enggak ada Marcio dan Ivan Carlos. Saya pun bersyukur, meski kami kehilangan pemain-pemain ini, akhirnya bisa memenangi pertandingan,” ucap Herkis.
“Absennya Carlos di depan tentu berpengaruh. Saya lihat Saddil kurang konsentrasi dan percaya diri, begitu juga Fahmi, sehingga saya terus tekankan kepada mereka untuk terus percaya dengan kemampuan sendiri. Saya juga sudah bilang kepada semua pemain untuk tingkatkan peran masing-masing.”
SIMAK JUGA: Mushafry Minta Pemain Muda SFC Lebih Berani Improvisasi
Selain itu, perubahan komposisi pemain turut berperan dalam keberhasilan Laskar Joko Tingkir mendulang angka penuh. Herkis menduetkan Jose Coelho dan Eka Ramdani di sektor tengah.
“Itu memang bagian dari strategi, karena tidak ada Carlos di depan. Itu sudah saya pikir sejak tiga hari lalu setelah dari PS TNI, bagaimana caranya agar lawan punya pemikiran menjaga pemain asing, sementara yang lain bisa bebas, meski saya akui permainan Coelho tidak terlalu maksimal kali ini,” beber Herkis.
Sementara itu, Saddil Ramdani menyatakan, ia tidak terlalu terpengaruh dengan absennya Carlos dan Rozario. Namun semangat pemain untuk memberikan kemenangan kepada suporter sangat tinggi.
SIMAK JUGA: Lessa Lebih Pusing Rotasi Pemain
“Tadi serangan Sriwijaya itu cukup cepat dari sisi kanan, dan pertahanan agak longgar sedikit. Tapi kami tidak pantang menyerah, dan terus berusaha, karena beranggapan ini kandang kami. Kami juga selalu berusaha kompak, dan tidak mau mengecewakan suporter yang telah mendukung,” kata Saddil.
“Kami memang dilarang memainkan bola-bola crossing, karena di depan tidak ada yang terlalu tinggi, jadi kalah duel kalau bola atas. Makanya kami andalkan bola pendek untuk bisa membongkar pertahanan Sriwijaya.” (gk-43)


