Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-EUR-C1-SLAVIA PRAGUE-LENSAFP

Diterjemahkan oleh

Pelatih Saud Abdulhamid, korban perselisihan rahasia di Lens

Petualangan pelatih asal Jerman, Dino Toppmoller, bersama Lens tidak berlangsung lama, setelah manajemen klub memutuskan mengakhiri secara mendadak kiprahnya dalam sebuah keputusan yang memunculkan banyak pertanyaan, sebelum media Jerman mengungkap alasan sebenarnya di balik pemecatan yang terjadi pada waktu yang sangat sensitif ini.

Meski Lens belum mengumumkan keputusan tersebut secara resmi hingga saat ini, situs "Foot Mercato" mengungkap kepergian pelatih berusia 45 tahun itu, sebelum surat kabar "La Voix du Nord" menegaskan kabar tersebut, hanya setelah enam pertandingan di puncak jajaran kepelatihan tim, dan tiga hari sebelum laga yang dinantikan menghadapi Monaco di Liga Prancis.

Bersamaan dengan kepergian Toppmoller, muncul nama Yannick Cahuzac untuk mengambil alih tanggung jawab secara sementara saat menghadapi Monaco. Pelatih ini sebelumnya kembali ke Lens pada musim panas ini, setelah bekerja sebagai asisten pelatih Olivier Pantaloni di Lorient antara Januari 2024 dan Juni 2026.

Cahuzac, yang dekat dengan direktur olahraga Jean-Louis Leca, mendapat dukungan kuat di dalam klub, sehingga membuka peluang bagi kemungkinan ia bertahan lebih lama. Namun tugasnya tidak akan mudah, terutama karena musim ini ia akan menjalani ujian sertifikat kepelatihan "BEPF", yang mungkin memaksanya absen hingga sekitar satu pekan setiap bulan.

Regulasi Prancis mengenakan denda sebesar 25 ribu euro kepada klub untuk setiap pertandingan yang dijalani tanpa pelatih yang memegang sertifikat kepelatihan yang disyaratkan.

Namun kejutan terbesar datang dari Jerman, ketika surat kabar "Bild" mengungkap bahwa pemecatan Toppmoller tidak berhubungan langsung dengan menurunnya hasil tim, meski Lens menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang dalam tiga pertandingan terakhir di Liga Prancis.

Menurut laporan tersebut, krisis bermula ketika manajemen Lens memberi tahu Toppmoller mengenai pemecatan asistennya, Nelson Morgado, yang bekerja di sisinya sejak tahun 2017. Morgado sebelumnya memicu ketidaksenangan sejumlah anggota klub, khususnya para individu di jajaran kepelatihan Prancis, karena tuntutannya yang terus-menerus akan komitmen dan semangat yang lebih besar.

Laporan menyebutkan bahwa Toppmoller menolak keputusan pemecatan asistennya, dengan menganggap hal itu sebagai campur tangan langsung dari manajemen dalam kerja teknisnya. Pada akhirnya, kedua pihak tidak mampu meredam perselisihan tersebut, sehingga konflik itu berakhir dengan kepergian pelatih asal Jerman itu dari Lens setelah periode yang sangat singkat.

Toppmoller mengandalkan Saud Abdulhamid secara utama dalam susunan pemain Lens, sebelum pemain internasional Arab Saudi itu mengalami cedera pada bagian lutut yang menjauhkannya dari lapangan, dan hingga kini ia belum mampu kembali bermain.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google