Persija Jakarta gagal meraih hasil sempurna pada laga kedua mereka di ajang Boost SportsFix Super Cup 2018, Selasa (16/1) malam, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia, menghadapi Kelantan FA. Setelah di laga pembuka menyikat Ratchaburi FC.
Kendati cukup banyak memberikan serangan kepada tim yang juga diperkuat oleh pemain asal Indonesia Ferdinand Sinaga dan mantan pemain mereka musim kemarin, Bruno Lopes, Persija akhirnya terhukum lewat gol penalti.
Tendangan Bruno -- yang musim lalu jadi marquee player Persija -- dari titik putih tak dapat dibalas skuat arahan Stefano Cugurra hingga peluit akhir dibunyikan. Khairul Fahmi selaku kiper Kelantan juga tampil bagus pada laga tersebut.
"Kami kecewa dengan kekalahan ini. Tapi ini memberikan pelajaran berharga, karena target kami [yang utama] adalah [Piala] AFC dan kompetisi," ucap Teco, sapaan Stefano, selepas pertandingan.
"Kami punya banyak peluang. Ada sekitar tujuh kesempatan tapi belum berhasil. Kelantan main bertahan dan dapat penalti melalui serangan balik," sambung pria asal Brasil berusia 43 tahun itu.
Hal senada diutarakan oleh pemain sayap Persija, Marko Kabiay. Kekalahan ini membuat Persija harus menunggu hasil akhir dari laga antara Kelantan kontra Ratchaburi, untuk mengetahui peringkat mereka di turnamen ini.
"Kami bermain sesuai dengan arahan pelatih. Tapi dalam diri kami, semua pertandingan adalah final. Kami juga punya banyak peluang. Kelantan bermain bagus juga, terutama kipernya. Saya tahu dia kiper timnas [Malaysia]," pungkas Marko.



