Pelatih Persiba Balikpapan Milomir Seslija menyentil kepemimpinan wasit Faulur Rosy ketika tim besutannya dikalahkan Madura United 1-0 di Stadion Gelora Bangkalan dalam laga pekan ke-15 Liga 1 2017 kemarin.
Sentilan terhadap wasit itu disebabkan tidak adanya hukuman penalti ketika Marlon Da Silva dijatuhkan di kotak terlarang. Begitu juga saat Ilham Ihraz ditekel keras oleh Engelberd Sani yang tak berbuah kartu.
SIMAK JUGA: Madura United Bekuk Persiba
“Kami sudah menyulitkan Madura, salah satu tim terbaik di Indonesia saat ini. Tapi saya tak ingin berkomentar tentang wasit. Kalau wasit seperti ini terus, tuan rumah akan selalu menang,” cetus Milo.
Dalam kesempatan yang sama, Milo mengakui anak asuhnya terlambat bangkit. Mereka baru tersentak setelah Peter Odemwingie mencetak gol di menit ke-39. Namun usaha Persiba untuk menjebol gawang lawan tak terealisasi hingga laga berakhir.
SIMAK JUGA: PREVIEW: Madura United - Persiba Balikpapan
“Babak pertama kami tidak berani untuk bermain. Baru setelah kebobolan kami mulai berani. Itu sudah terlambat, meskipun babak kedua kami bermain lebih baik, dan memiliki kesempatan kebih banyak dari mereka,” ucap Milo.
“Kami memiliki masalah, karena gagal memegang bola untuk menciptakan tekanan saat menyerang. Kami terlalu mudah kehilangan bola, dan mereka sangat kuat dalam serangan balik mengandalkan kecepatan dan kualitas individu.”
“Dalam sepakbola kami harus mencetak gol untuk memenangkan pertandingan. Madura memiliki sang pencetak gol dan memang ada garis kecil antara pemenang dan pecundang.”
SIMAK JUGA: Milo Siapkan 'Pembunuh' Madura United
Hal itu diakui Yudi Khoerudin. Bek tengah Persiba ini mengatakan, mereka masih belum mempunyai keberanian melakukan tekanan ke pertahanan, mengingat Madura United memiliki banyak pemain berkarakter menyerang dengan kualitas bagus.
“Babak pertama kami masih kurang berani bermain. Kami kecolongan. Tapi ada satu peluang di mana Marlon dijatuhkan. Itu seharusnya penalti. Lalu, teman kami Ilham Irhaz yang ditekel keras, harusnya wasit memberikan kartu untuk pemain yang menekelnya,” kata Yudi dilansir akun Facebook resmi klub. (gk-62)




