Kesan menganggap remeh yang diperlihatkan pemain Myanmar U-19 ketika bermain imbang 2-2 melawan Timor Leste U-19 pada laga perdana Grup B Piala AFF U-19 du Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Senin (2/7), disesalkan pelatih Myo Hlaing Win.
Myanmar sempat unggul lebih dulu di menit ke-11 setelah Ye Yint Aung meneruskan sepakan penalti Pyae Sone Naing yang membentur tiang gawang. Namun Timor Leste mampu membalikkan keadaan, sebelum akhirnya Win Naing Tun menyamakan kedudukan empat menit menjelang laga berakhir.
“Setelah mencetak gol, pemain saya seperti merasa pertandingan akan berjalan mudah, dan itu membuat kami lengah. Pemain kami tidak bisa mengontrol permainan, kehilangan disiplin, dan bermain tidak 100 persen,” sesalnya.
“Kami tidak beruntung. Ada beberapa peluang gagal berbuah gol [tiga kali mengenai tiang]. Saya pikir gol terakhir kami yang dianulir wasit memang off-side. Saya tidak bisa melihatnya dengan jelas, tapi wasit tampil bagus.”
Sementara pelatih Timor Leste Kim Shinhwan memuji performa anak asuhnya. Kendati kelelahan akibat menempuh perjalanan darat, pemain memperlihatkan semangat tinggi. Sayangnya, mereka kebobolan di menit akhir.
“Kami harus naik bus dari Bali ke Surabaya selama 16 jam, tidak ada tiket pesawat karena Gunung Agung meletus. Pemain lelah sekali, fisik mereka kurang. Kalau tidak kuat mental, tidak akan bisa main. Mungkin nanti kami main lebih bagus lagi. Kalau kami datang lebih cepat, kami bisa menang,” ucap Kim. (gk-62)


