Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Michael Weiss - MongoliaGoal / Aditya Wahyu

Pelatih Mongolia Akui Keunggulan Kyrgyzstan


LIPUTAN   ADITYA WAHYU PRATAMA     DARI   ACEH


Pelatih Mongolia Michael Weiss mengakui keunggulan Kyrgyzstan yang mengalahkan mereka dengan skor telak 3-0 dalam partai pembuka Aceh World Solidarity Tsunami Cup 2017, Sabtu (2/12) sore WIB, di Stadion Harapan Jaya.

Pertandingan tersebuit berlangsung di atas lapangan yang basah akibat guyuran hujan lebat, sehingga kedua tim kesulitan mengembangkan permainan. Namun Kyrgyzstan menguasai penuh jalannya laga.

“Kyrgyzstan sedikit berada di atas kami. Mereka bermain sepakbola fisik, terorganisir, agresif, dan gol pertama terjadi berkat tekanan yang sedikit dari pemain kami, bukan dari permainan yang bagus sebenarnya,” ucap Weiss.

“Pada jeda saya katakan mereka telah bermain bagus. Memang bisa saja kalah, tetapi kami hanya ketinggalan satu gol. Kami justru kebobolan dua gol di babak kedua. Bukan karena lapangan basah kami kalah. Tetapi memang Kyrgyzstan bermain lebih baik, dan secara teknik mereka lebih bagus.”

Meski begitu, mantan pelatih Filipina tersebut optimistis dengan masa depan Mongolia. Menurutnya, banyak pemain potensial yang berada di negara pecahan Soviet ini, meskipun tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia.

Pertandingan berikutnya

“Saya melihat banyak pemain bagus, meskipun kami tidak bisa membandingkannya dengan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak. Itu perbedaan besar. Tetapi saya yakin Mongolia bisa menembus kualifikasi Piala Dunia zona Asia 2019,” pungkasnya.

Sementara itu, penyerang Kyrgyzstan, Saarbekov Kadybrek, mengaku timnya kesulitan menguasai pertandingan, meskipun mampu menang. Kadybrek mengkritik buruknya kondisi lapangan Harapan Jaya.

“Pertandingan berjalan sulit dengan kondisi hujan yang lebat, dan lapangan tidak dalam kondisi terbaiknya. Meskipun sebenarnya lapangan sangat empuk, kami tetap tidak terlalu senang saat mengalirkan bola,” ungkapnya.

Senada, manajer tim Azamat mengakui tidak bisa menerapkan taktik terbaik mereka di pertandingan tersebut. Negeri Ulon Batur tersebut harus beradaptasi dengan buruknya lapangan.

“Bagi kami, apa yang kami lakukan tadi merupakan taktik terbaik untuk melawan Mongolia dengan cuaca yang buruk. Tetapi kami akan coba terapkan taktik terbaik kami di pertandingan selanjutnya,” timpalnya. (gk-62)

Footer Goal Indonesia Instagram

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google