Alejandro Sabella 07132014Getty

Pelatih Legendaris Argentina Alejandro Sabella Wafat Di Usia 66

Mantan pelatih Argentina dan Estudiantes Alejandro Sabella meninggal dunia pada usia 66 tahun setelah lama menderita sakit.

Sabella dirawat di rumah sakit pada 26 November kemarin untuk menjalani perawatan jantung darurat, sehari setelah Diego Maradona meninggal.

Mantan pelatih itu awalnya merespons pengobatan dengan baik, namun kondisinya memburuk setelah dia menderita infeksi dan tetap dalam perawatan intensif selama hampir dua minggu di sebuah klinik swasta di Belgrano, Buenos Aires.

Pada Selasa (8/12), keadaan Sabella memburuk dan dia harus dipasang alat bantu pernapasan setelah tidak dapat bernapas sendiri, namun dinyatakan meninggal pada tengah hari waktu setempat.

"Keluarga Liga Profesional de Futbol AFA ikut bersedih atas meninggalnya Alejandro Sabella, dan kami bersama semua orang yang dicintainya pada saat yang menyedihkan ini," demikian bunyi keterangan dari akun Twitter Federasi Argentina itu saat memberi penghormatan kepada mendiang pelatih.

"Beristirahatlah dengan tenang, Profesor."

Sabella merupakan sosok yang cerdas dan dinyatakan lolos untuk masuk Fakultas Hukum di Universitas Buenos Aires, tetapi memilih untuk mengejar kariernya sebagai pesepakbola.

Gelandang serang yang penuh gaya itu memulai karier dengan River Plate, di mana ia mengukir lebih dari 100 penampilan profesional pada 1970-an dan mengangkat tiga gelar liga.

Dia kemudian menjadi salah satu orang Amerika Selatan pertama yang tampil di sepakbola Inggris, pindah ke Sheffield United pada 1978 setelah Piala Dunia tahun itu; tak lama, menurut kata legenda, seusai pihak The Blades mencoba untuk mendatangkan Maradona tetapi terganjal label harga tinggi bakat Argentinos Juniors tersebut.

Sabella menjadi pahlawan di Bramall Lane, menghabiskan dua musim di Yorkshire Selatan sebelum pindah ke Leeds United dan kemudian pulang ke Argentina untuk memperkuat Estudiantes.

Setelah pensiun, ia awalnya bekerja di bawah Daniel Passarella sebagai asisten pelatih di tim nasional Argentina dan Uruguay, Monterrey serta Corinthians, sebelum naik jabatan jadi pelatih di Estudiantes pada awal 2009.

Hanya enam bulan setelah ia menjabat, klub La Plata itu mengangkat Copa Libertadores, mengakhiri penantian selama 39 tahun.

The Pincha nyaris mengalahkan Barcelona di Piala Dunia Antarklub 2009, sebelum kalah 2-1 lewat gol Pedro pada menit ke-89 yang membatalkan gol babak pertama Mauro Boselli.  

Sabella juga tercatat memenangi kejuaraan Apertura 2010, tapi dengan Argentina lah dia hampir membuat sejarah.

Mengambil alih tugas dari Sergio Batista pada 2011, ia menjadikan Lionel Messi sebagai kapten tim nasional dan memimpin tim tersebut ke Piala Dunia 2014.

Argentina kemudian mencapai final Piala Dunia pertama mereka selama 24 tahun di Brasil, namun kalah lewat satu gol Mario Gotze di perpanjangan waktu.

Iklan
0