Ante Cacic mengutuk tindakan suporter yang melemparkan flare dan petasan ke dalam lapangan saat Kroasia bertemu Republic Ceko di Stade Geoffroy-Guichard dan menyebutnya sebagai aksi terorisme.
Kroasia sempat memimpin 2-1 sebelum kerusuhan yang dibuat pendukung mereka, yang memaksa wasit untuk menghentikan pertandingan beberapa menit jelang berakhirnya waktu normal babak kedua.
Aksi negatif yang dilakukan para suporter Kroasia bekalangan diketahui sebagai bentuk protes terhadap federasi sepakbola mereka (HNS) yang sudah berlangsung sejak lama.
Insiden tersebut seakan memberikan dampak negatif langsung bagi skuat arahan Cacic, yang harus kebobolan di masa tambahan waktu melalui eksekusi penalti Tomas Necid sekaligus membuyarkan kemenangan mereka.
"Saya harap kejadian seperti itu tak terulang lagi di turnamen seperti ini. Itu seperti aksi terorisme, mereka adalah hooligans bukan suporter. Tempat mereka bukan di dalam stadion," kecam Cacic dalam jumpa pers.
"Itu sama seperti kejadian di Milan lawan Italia. Bahkan awak media kami juga tak senang soal komentar saya tentang insiden tersebut. Ada juga logo Nazi saat melawan Polandia di Hadjuk. Mereka merusak segalanya, mungkin mereka dapat dukungan dari pihak tertentu tapi saya yakin 90 persen fans Kroasia merasa malu."
"Mungkin ada enam atau tujuh individu [pemicu aksi] dan semoga kami bisa mengenali mereka dan menjatuhkan hukuman. Mereka menakutkan sekaligus merupakan ancaman. Mohon maaf, mereka bukan suporter sejati Kroasia. Mereka teroris olahraga, kami sering melihat aksi mereka dan itu sangat menyakitkan."
Kroasia kini berpeluang untuk mendapatkan hukuman serupa dengan apa yang diterima Rusia, yakni penangguhkan status diskualifikasi dari turnamen menyusul keributan yang dilakukan pendukung garis keras mereka.

