Pelatih Johor Darul Takzim (JDT) Benjamin Mora memberikan pujian kepada gelandang muda Indonesia Syahrian Abimanyu yang menjalani debutnya di Malaysia Super League (MSL) 2021 akhir pekan kemarin dengan mengalahkan Sabah FC 2-0.
Mora memberikan kesempatan kepada Abi, sapaan Syahrian, untuk merasakan amtosfer MSL ketika dimasukkan selepas water break, atau di menit ke-76 menggantikan bintang Malaysia Safiq Rahim. Kepercayaan itu dibalas Abi dengan performa bagus.
Dalam laga itu, Abi menjalankan peran yang dilakoni Safiq sebelumnya, yakni menjadi jembatan antara pemain belakang dan depan. Beberapa kali Abi melepaskan umpan berbahaya bagi pertahanan Sabah.
Bukan itu saja, Abi juga memperlihatkan skill individu menawan pada menit ke-86. Abi memberikan bola kepada rekannya, Akhyar Abdul Rashid, dengan melepaskan umpan menekuk dengan mengolongi bek sekaligus kapten Sabah Risto Mitrevski.
Mora mengatakan, ia merasa beruntung memiliki Safiq dan Leandro Velasquez untuk mengisi lini tengah. Keberuntungannya bertambah dengan kehadiran Abi, sehingga akan mempermudah dirinya melakukan rotasi pemain.
“Leo dan Safiq pemain pintar. Bahkan mereka merupakan pemain paling pintar di liga kami. Mereka saling memahami dengan sangat baik, sehingga memberikan kami stabilitas, dan berulang kali menyodorkan umpan matang ke striker. Safiq memang sudah menua, tapi dia menggunakan pengalamannya,” tutur Mora dikutip laman The Star.
“Saya suka Leo. Dia pemain yang komplet. Dia mampu mengendalikan lini tengah, membuat umpan-umpan penting, dan menjadi aset kami saat ada penalti atau tendangan bebas.”
“Syahrian, di lain sisi, mempunyai mobilitas yang bagus, umpan, dan pandangan. Sangat bagus buat kami mempunyai pemain seperti dia, karena kami sekarang bisa lebih sering merotasi sektor tengah.”
Kemenangan atas Sabah membuat peluang JDT meraih gelar juara MSL musim ini makin dekat. Mereka masih memuncaki klasemen sementara dengan koleksi nilai 45 dari 18 pertandingan, unggul delapan poin dari peringkat dua Terengganu FC.
Namun ancaman Kedah Darul Aman (KDA) masih membayangi, karena klub itu baru melakoni 13 laga, dan mengumpulkan poin 26. Mora menyadari ancaman yang diberikan para pesaingnya itu.
“JDT berada di jalur yang tepat untuk meraih gelar. Target utama kami adalah menjaga trofi Liga Super di Johor. Tapi sebelum itu, kami harus mempertahankan tujuan kami yang lain, dan itu adalah memenangkan setiap pertandingan,” ucap Mora.
“Kami dalam tujuh pertandingan yang bagus, dan kami berharap untuk melanjutkan rekor itu. Kami harus berjuang sampai akhir karena Kedah, Terengganu, dan lainnya masih ingin merebut gelar.”

