Barcelona memutuskan untuk mengambil langkah melawan Paris Saint-Germain di hadapan Asosiasi Sepak Bola Eropa "UEFA", akibat sebuah spanduk kontroversial yang dikibarkan oleh suporter tim Prancis tersebut sebelum dimulainya pertandingan antara kedua klub di Liga Champions Eropa, setelah klub Catalan itu menganggapnya sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima atas batas-batas persaingan olahraga.
Menurut surat kabar Spanyol "Sport", Barcelona berniat mengajukan pengaduan kepada "UEFA" setelah pertandingan berakhir, sebagai bentuk keberatan atas spanduk raksasa yang dikibarkan suporter Paris di salah satu tribun stadion, yang bertuliskan "Pembantaian ala Paris", di samping gambar seseorang yang mengenakan jersey Paris Saint-Germain dan topeng menyeramkan, sambil memegang gergaji listrik ketika menghancurkan logo klub Catalan tersebut.
Spanduk itu muncul beberapa saat sebelum peluit pertama dibunyikan, dalam suasana suporter yang memanas dan semakin menambah ketegangan pertarungan antara dua pesaing paling menonjol dalam sepak bola Eropa.
Para pendukung Paris mengambil inspirasi desain itu dari karakter "Leatherface" yang terkenal dalam film horor "The Texas Chainsaw Massacre", dengan menggunakan topeng yang terkait dengan karakter Michael Myers dalam seri film "Halloween", dalam adegan yang memadukan simbol-simbol mengerikan dan provokasi langsung terhadap Barcelona.
Namun manajemen klub Catalan, menurut "Sport", tidak memandang spanduk itu sekadar sebagai sarana untuk memprovokasi lawan atau membakar semangat suporter, melainkan menilainya telah melampaui batas yang dapat diterima dalam mengekspresikan persaingan olahraga, sehingga mendorong mereka untuk menempuh jalur resmi.
Langkah Barcelona ini datang di saat pertemuan-pertemuannya dengan Paris Saint-Germain menyaksikan persaingan sengit di kancah Eropa, di tengah suasana suporter yang luar biasa yang menyertai laga-laga kedua tim.
Sikap klub Catalan itu tercermin dalam penolakan untuk mengalihkan pertarungan antara kedua tim menjadi adegan-adegan yang melampaui batas dukungan olahraga, dengan fokus pada pengajuan pengaduan kepada Asosiasi Sepak Bola Eropa setelah laga berakhir.
Laporan tersebut tidak memuat rincian mengenai kemungkinan sanksi atau reaksi resmi dari Paris Saint-Germain.





