Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra berharap gelandang anyar Patrick Mota bisa memahami skema permainan tim lebih cepat, mengingat pemain asal Brasil itu baru bergabung dengan tim dalam sesi latihan kemarin.
Jafri menyadari keterlambatan bergabung dengan tim membuat Mota harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan program latihan yang sudah berjalan selama satu bulan. Jafri menambahkan, ia masih belum bisa memberikan penilaian terhadap Mota, karena baru satu kali mengikuti latihan.
“Mota tinggal ikuti saja. Tidak mungkin kami kasih Mota latihan khusus. Artinya, keterlambatan Mota datang menjadi risiko buat tim,” kata Jafri diwartakan laman Tribun Jateng.
“Syukur-syukur dalam waktu yang singkat Mota bisa paham dengan apa yang kami lakukan di lapangan. Dia bisa mengikuti. Paling sulit sebagai seorang pemain sepakbola ketika dia harus memahami adaptasi taktikal. Kalau soal Bahasa, dia masih gampang belajarnya.”
Sementara itu, Mota mengaku tidak menghadapi kendala adaptasi cuaca, meski latihan digelar siang hari. Pemain berusia 26 tahun ini merasa senang bisa bergabung latihan.
“Tidak ada masalah, karena cuaca disini sama dengan di Brasil. Saya paling lambat sepuluh hari bisa nyetel dengan tim. Itu target saya, karena di Brasil saya juga baru saja bermain di klub lama saya,” kata Mota.
Goal Indonesia
