Arsenal dalam ketidaktentuan arah jelang musim 2020/21 bergulir. Pasalnya, sang kepala sepakbola The Gunners Raul Sanllehi baru saja pergi.
Manajer Mikel Arteta menegaskan, klub belum memutuskan bagaimana mereka akan beroperasi setelah kepergian mengejutkan sang negosiator transfer di awal bulan Agustus. Saat ini, sang manajer dan petinggi klub tengah berdiskusi mengenai struktur baru di internal klub London Utara.
Arsenal mengumumkan hengkangnya Sanllehi pada 15 Agustus, dengan managing director Vinai Venkatesham diberi tugas untuk memimpin klub ke depan.
Sanllehi, yang hengkang setelah peninjauan yang dilakukan oleh anggota dewan direksi yang baru diangkat dan pengacara sewaan Tim Lewis, telah bertugas dari sisi teknis klub dan menjadi figur kunci dalam proses negosiasi transfer.
Direktur teknik Edu dan Arteta kini berduet dalam mengawasi perencanaan skuad dan keduanya merupakan kunci untuk mencapai kesepakatan dengan bek sentral Brasil Gabriel, yang akan bergabung dari Lille dengan nilai transfer £25 juta.
Namun masih banyak yang harus diselesaikan di balik layar dan Arteta mengakui adanya ketidakpastian terkait bagaimana persisnya restrukturisasi bakal berjalan ke depan.
"Ini adalah sesuatu yang kami diskusikan sekarang ini," tutur pria Spanyol itu.
"Pertama-tama, saya ingin mendoakan yang terbaik bagi Raul, seluruh respek dan kekaguman saya untuknya. Saya telah bekerja di sampingnya dan saya menikmati itu," tambahnya.
"Klub telah membuat keputusan yang sangat sulit, akan tetapi cara dia pergi, dia tetap menghormati klub," jelas Arteta.
"Semua orang memiliki ucapan yang manis terhadapnya dan sekarang kami harus mencari cara terbaik untuk menjalankan klub kami dari sisi olahraga. Itulah yang kami sedang coba untuk kerjakan ketika berusaha mencapai semua target yang kami miliki untuk bursa transfer kali ini," kata eks asisten pelatih Manchester City Pep Guardiola itu.
Ada anggapan bahwa perubahan internal yang terjadi di tubuh Arsenal baru-baru ini akan membuat peran Arteta beralih menjadi lebih seperti manajer klasik ketimbang sekadar seorang pelatih kepala, demikianlah yang dijalankannya sejak dia menggantikan Unai Emery Desember lalu.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi," tuturnya, ketika ditanya apakah dia akan mengambil tugas tambahan.
"Ada sejumlah hal yang kami diskusikan secara internal. Kami ingin mencari cara terbaik untuk menjadi seefisien mungkin, memaksimalkan orang-orang yang kami miliki untuk membuat segala hal menjadi tepat. Kami akan menyelesaikan serangkaian pembicaraan lalu mengomunikasikannya kepada kalian bagaimana kami akan mengerjakan itu," terang Arteta.
Sementara itu, Arteta mengatakan bahwa dia memahami kritik yang menghampiri klub terkait kabar 55 staf akan dibebastugaskan sebagai akibat dari implikasi keuangan imbas pandemi virus corona.
Banyak yang mengecam terkait rencana yang diusulkan, terutama karena klub London Utara masih bisa melakukan perekrutan menjanjikan dan memberi kontrak baru bernilai tinggi kepada Willian dan Pierre-Emerick Aubameyang.
"Saya memahami," sambung Arteta.
"Jika Anda hanya melihat dari sudut pandang finansial, Anda bisa mendapatkan pesan yang kontradiksi, tapi yang paling jelas adalah klub ini memiliki rencana yang menyeluruh terkait bagaimana mereka perlu melakukan restrukturisasi agar berfungsi jadi lebih baik dan stabil untuk masa depan," kata Arteta.
"Klub sangat meyakinkan dengan setiap argumen yang mereka berikan kepada kami semua bahwa apa yang dilakukan sudah tepat," urainya.
"Tentu, ini sangat menyedihkan dan selama periode covid kami harus membuat keputusan untuk membuat pemain-pemain kami berkontribusi dalam pemangkasan gaji. Salah satu alasannya adalah untuk mempertahankan beberapa di antaranya. Kami telah berusaha melakukan hal yang tepat dan klub mencoba untuk melindungi masa depan semaksimal mungkin," beber Arteta.

Sebagian besar di skuad Arsenal sepakat untuk menerima pemotongan gaji 12,5 persen pada April lalu untuk membantu klub selama pandemi, namun angka itu kini telah direduksi menjadi 7,5 persen untuk musim berikutnya menyusul keberhasilan klub juara Piala FA.
Sebagian besar alasan di balik keputusan para pemain adalah demi menjaga pekerjaan anggota staf reguler di klub, jadi dapat dimaklumi bila ada kejutan bahwa nominal besar atau redundansi tetap direncanakan.
Bagaimana pun, Arteta menyatakan, para pemainnya tidak bisa berharap bakal memiliki suara perihal sejumlah keputusan besar klub hanya karena merkea sepakat untuk mengurangi gaji mereka.
"Para pemain senang berkontribusi dan membantu klub dalam posisi finansial yang sulit," katanya.
"Tapi itu tidak berarti setelahnya Anda akan memiliki suara dalam setiap keputusan yang dibuat klub. Tidak bisa seperti itu," tegasnya.
"Pada akhirnya itu bukanlah kewajiban, itu merupakan pilihan apakah Anda ingin melakukannya atau tidak. Kami mencoba untuk menjalankan sejumlah hal dengan benar sebagai manusia untuk membantu klub yang telah mendukung kami, dan dalam perkara saya selama bertahun-tahun, dan juga dalam perkara lainnya di sini, apakah Anda cedera, sakit, tampil atau tidak tampil," ulas Arteta.
"Kami yakin, ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan, sehingga klub harus bebas untuk mencoba berjuang di masa depan dengan cara yang paling positif dan stabil. Begitulah cara kami mengerjakannya," pungkasnya.


