Allianz Riviera NizzaGetty Images

Panduan Kota Tuan Rumah Euro 2016: Nice

Nice la Belle. Yang berarti, Nice yang cantik. Begitulah sebutan untuk kota satu ini. Tidak berlebihan, sebab selaras dengan berbagai panorama yang ditawarkan kota terpadat kelima di Prancis itu setelah Paris, Marseille, Lyon dan Toulouse.

Sebagai ibu kota departemen Alpes Maritimes, daerah perkotaan Nice melampaui batas administratif kota, dengan populasi 1 juta penduduk di atas lahan seluas 721 km2. Berlokasi di wilayah Cote d'Azur, pantai timur selatan kota Prancis di laut Mediterania, Nice menjadi kota terbesar kedua di pantai Mediterania dan di wilayah Provence-Alpes-Cote d'Azur setelah Marseille.

Pesona alam daerah Nice dengan iklim ringan Mediterania menyedot perhatian kaum kelas atas Inggris di paruh kedua abad ke-18 ketika sejumlah keluarga aristokrat selalu menghabiskan liburan musim dingin mereka di Promenade des Anglais. Memasuki beberapa dekade terkini, lingkungan Nicean tidak hanya menarik minat mereka yang mencari sarana relaksasi, tetapi juga mereka yang mencari inspirasi.

Keindahan pantai Mediterania kota ini telah memberi pengaruh besar kepada beberapa pelukis paling menonjol dalam budaya barat. Sebut saja Marc Chagall, Henri Matisse, Niki de Saint Phalle dan Arman. Buah karya mereka kerap kali diperingati di museum kota, di antaranya di Musee Marc Chagall, Musee Matisse dan Musee des Beaux-Arts.

Selain itu, Nice juga memiliki hotel dengan kapasitas terbesar kedua di Prancis dan telah menjadi salah satu destinasi yang paling banyak menarik wisatawan setelah tercatat sekira 4 juta turis silih berdatangan setiap tahunnya.

TEMPAT-TEMPAT TERKENAL DI NICE
  • Sophia Antipolis, taman teknologi terkemuka di Eropa yang terletak di timur laut Antibes dan barat daya dari Nice. 
  • Promenade des Anglais, merupakan teluk di pantai Mediterania Nice, yang cukup banyak dikunjungi turis sejak abad ke-18 karena pesonanya nan indah.
  • Hotel Negresco, hotel terkenal yang di dalamnya terdapat salah satu restoran paling elite di Prancis bernama Le Chantecler. Tempat ini berlokasi di sepanjag Promenade des Anglais.
  • Vieux Ice, kota tua Nice yang dikelilingi jalan-jalan sempit namun padat aktivitas sebab di sini adalah tempat berbelanja aksesori dan hadiah, juga bar dan klub malam.
  • Cours Saleya, terletak sejajar dengan Quai des Etats-Unis. Daerah paling tradisional di kota ini dengan menyajikan pasar bunga setiap harinya.
  • Place Gabribaldi, bangunan yang berdiri di tengah alun-alun kota dengan tampilan patung Gabribaldi, sosok pahlawan persatuan Italia yang lahir di Nice di era Kekaisaran Napoleon.
  • Colline du Chateau, tempat wisata air terjun yang terletak di atas bukit di antara pelabuhan dan kota tua. 
YANG BISA ANDA LIHAT DAN LAKUKAN DI NICE

Sebagai kota dengan ciri khas daerah pantai Mediterania, tentu saja menjadi salah satu momen istimewa bagi wisatawan atau para suporter tim di Euro 2016 menyambangi Promedane des Anglais. Apalagi jika Anda adalah pecinta keindahan alam. Eksotisme daerah pesisir pantai akan memanjakan mata Anda, sembari duduk santai di kursi menikmati sunset misalnya. Di sepanjang Promedane des Anglais, Anda bisa bersepeda, jalan-jalan, joging, atau mungkin menyempatkan bermalam di hotel berbintang, Negresco, yang berada di tengah-tengah Promedane des Anglais.

TIM PENGHUNI NICE

Dalam urusan klub sepakbola, Nice termasuk salah satu pencetak pemain potensial di dunia sepakbola. Klub yang bernama lengkap Olympique Gymnaste Club Nice Cote d'Azur [OGC Nice] dan didirikan pada 1904 itu sudah menjuarai Ligue 1 Prancis empat kali dan Coupe de France tiga kali. Era 50-an menjadi periode emas bagi klub berjuluk Les Aiglos tersebut bersama pelatih kaliber macam Numa Andoire, pria Inggris William Berry dan Jean Luciano.

Namun, supremasi di era 50-an itu tidak berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Terakhir kali mereka merasakan gelar juara ketika menumbangkan Guingamp 4-3 via adu penalti dalam perebutan mahkota Coupe de France edisi 1997. Setelah itu nihil.

Meski begitu, kejayaan di era 50-an melahirkan reputasi tersendiri bagi mereka sebagai salah satu klub Prancis yang sukses mengintegrasikan pemain-pemain internasional dengan lokal. Para pemain beken di masa itu di antaranya, Hector De Bourging, Pancho Gonzalez, Victor Nurenberg dan Joaquin Valle. Nama terakhir bahkan diakui sebagai salah satu simbol keberhasilan Nice.

Berikut beberapa pemain masyhur hasil orbitan Nice.

  • Joaquin Valle, topskor sepanjang masa Nice dan digadang-gadang sebagai legenda terbesar klub yang menghabiskan hampir seluruh kariernya di klub ini. 
  • David Ospina, namanya meroket sebagai salah satu kiper prospektif setelah tampil gemilang selama periode enam musim di Nice. 
  • Hugo Lloris, seorang pemimpin sejati, kapten di dua tim yang dibelanya: Tottenham Hotspur dan timnas Prancis, dan memulai segalanya dari Nice.
  • Ederson, pemilik nomor sepuluh selama berkarier di Nice, memberi pengaruh Samba dalam permainan klub sedekade ke belakang.
  • Patrice Evra, fullback yang sudah merasakan berbagai gelar prestisius di belantika sepakbola Eropa.

Tahukah Anda?

Di awal didirikannya klub pada 1904, Olympique Gymnaste Club Nice Cote d'Azur [OGC Nice] lebih mengacu kepada olahraga atletik dan senam, sebagaimana nama klub tersebut, yakni gymnastic. Namun empat tahun kemudian, USFA [federasi sepabola Prancis kala itu] membelah Gymnaste Club de Nice menjadi dua tim dengan yang terbaru adalah Gymnastes Amateurs Club de Nice. Dua musim berjalan, keduanya akhirnya merger, dan pada 1919 Nice kembali merger dengan klub lokal Gallia Football Athletic Club dan dari sinilah mulai mengadopsi warna kebanggaan mereka, merah dan hitam.

PROFIL STADE ALLIANZ RIVIERA [STADE DE NICE]
  • Lokasi: Nice
  • Kapasitas: 35.624
  • Permukaan lapangan: rumput 
  • Dibangun: Juli 2011
  • Dibuka: September 2013
  • Biaya konstruksi: €245 juta
  • Arsitek: Jean-Michel Wilmotte

Allianz Riviera merupakan stadion multiguna di Nice. Dia menjadi kandang bagi klub sepakbola OGC Nice dan juga bagi klub rugby, Toulon. Stadion ini berkapasitas 35.624 orang dan mengganti stadion sebelumnya, yakni Stade Municipal du Ray, pada September 2013 lalu.

Sejatinya, pembangunan Riviera mulanya direncanakan untuk dituntaskan pada 2007. Namun, pengerjaan dihentikan setahun sebelumnya sehubungan dengan masalah pembiayaan jangka panjang untuk struktur bangunannya. Rencana ini pun disimpan. Tetapi, Proyek akhirnya kembali berjalan seiring dengan keberhasilan bidding Prancis menjadi tuan rumah Euro 2016. Merujuk pada regulasi sponsorship, stadion ini kemudian dinamai Stade de Nice dalam turnamen UEFA.

JADWAL PERTANDINGAN DI ALLIANZ RIVIERA [STADE DE NICE]
12 Juni 2016 | 23:00 WIB | Polandia vs Irlandia Utara
13 Juni 2016 | 20:00 WIB | Spanyol vs Republik Ceko
13 Juni 2016 | 23:00 WIB | Republik Irlandia vs Swedia
28 Juni 2016 | 02:00 | Runner-Up Grup B vs Runner-Up Grup F [Babak 16 Besar]
 
Simak Jadwal Euro 2016 lainnya di sini!
Iklan