Laga Al-Ittihad kontra Al-Khaleej, Sabtu malam, dalam rangkaian pertandingan pekan pertama Liga Roshn Saudi, diwarnai situasi wasit yang kontroversial setelah wasit mengacungkan kartu merah kepada pemain "Sang Kolonel" Pereira selama babak kedua.
Al-Ittihad hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Al-Khaleej di awal perjalanannya di Liga Roshn, dalam pertandingan yang menyuguhkan persaingan sengit antara kedua tim, sebelum akhirnya "Sang Kolonel" terpaksa menuntaskan laga dengan sepuluh pemain menyusul kartu merah Pereira.
Baca juga: Video: Al-Nassr Memulai Misi Mempertahankan Gelar dengan Kemenangan Meyakinkan Tiga Gol atas Al-Fateh
Kartu merah Pereira terjadi pada menit ke-57 pertandingan, setelah wasit video asisten turun tangan untuk meninjau situasi tersebut, sebelum wasit menegaskan keputusannya dengan mengacungkan kartu merah kepada pemain Al-Ittihad.
Momen tersebut memicu perdebatan di kalangan penonton, terutama mengingat pentingnya keputusan itu dan dampak langsungnya terhadap jalannya pertandingan, di tengah keharusan Al-Ittihad menuntaskan lebih dari setengah jam laga dengan pemain berkurang.
Dari sisinya, pakar perwasitan Saad Al-Kathiri mengakhiri perdebatan mengenai keabsahan keputusan kartu merah bagi pemain Al-Ittihad, dengan menegaskan bahwa intervensi teknologi video sudah tepat, dan bahwa kartu merah tersebut merupakan hasil pelanggaran yang menuntut hukuman maksimal.
Al-Kathiri menjelaskan bahwa Pereira melakukan pelanggaran dengan menggunakan kekuatan berlebihan terhadap pemain Al-Khaleej, dengan menilai bahwa tekel itu masuk dalam kategori "permainan kasar", sehingga keputusan mengeluarkannya sudah benar dari sisi perwasitan.
Keputusan wasit tersebut menambah masalah baru bagi Al-Ittihad sepanjang pertandingan, setelah tim terpaksa bermain dengan 10 pemain, hingga akhirnya hanya meraih hasil imbang 1-1, dan kehilangan dua poin di awal perjalanannya di Liga Roshn.





