Palang pintu Persebaya Surabaya Otavio Dutra mengakui performanya tidak bagus ketika mengalahkan Persela Lamongan 3-2 di Stadion Gelora Bung Tomo kemarin. Hal itu tak lepas dari masker wajah yang dia gunakan.
Dutra dimainkan untuk mengisi lini pertahanan Persebaya setelah absen sejak pramusim akibat cedera hitung. Dutra terpaksa memakai masker pelindung wajah, karena ia belum pulih 100 persen. Menurut Dutra, ia masih perlu adaptasi menggunakan masker.
“Meskipun dokter bilang harus istirahat tiga bulan, saya paksa dengan satu bulan 25 hari. Demi Persebaya saya harus main, karena saya tahu tim ini perlu saya di situ [pertahanan]. Jadi saya bicara sama coach, puji tuhan kami bisa menang,” ujar Dutra.
“Saya harus jujur, ini sangat susah. Saya belum pernah pakai, apalagi masker ini belum pas di wajah. Jadi kadang-kadang ada gangguan. Waktu ada crossing, saya heading bola ke atas, masker malah menutup mata saya. Tetapi saya harus cepat berdiri lagi supaya saya bisa ambil bola kedua.”
Sementara pelatih Djadjang Nurdjaman mengakui performa Dutra belum seperti biasanya. Pria yang akrab disapa Djanur ini mengatakan, penampilan Dutra lebih baik di babak kedua setelah berbicara saat jeda.
“Lama tak tampil, hampir sebulan lebih, dan baru latihan lagi beberapa hari yang lalu. Jadi sudah bermain setelah satu bulan lebih, surprise buat saya. Tapi sedikit tidak puas, terutama di babak pertama. Setelah saya koreksi di babak kedua, dia mulai berani menjelajah lapangan,” jelas Djanur. (gk-62)



