Jelang laga perdana babak grup Piala Dunia 2018 melawan Kolombia, pelatih Jepang Akira Nishino mengkhawatirkan kondisi mental pemainnya setelah Osaka diguncang gempa berkekuatan 6,1 SR pada Senin (18/6) kemarin.
Seperti diketahui, Jepang membuka turnamen empat tahunan ini melawan negara dari Amerika Selatan tersebut di Mordovia Arena, dengan kemenangan bakal meringankan beban mereka menghadapi sisa fase grup.
Meski sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, bencana yang melanda Jepang kemarin turut menjadi perhatian Nishino, yang dahulu pernah melatih klub lokal Gamba Osaka.
“Saya mengkhawatirkan kondisi psikologis dan mental pemain karena kami memiliki sejumlah pemain yang terdampak [dengan bencana ini] karena mereka punya keluarga di Osaka,” kata Nishino di sesi konferensi pers.
Adapun untuk pertandingan yang digelar pada Selasa (19/6) malam WIB ini, pelatih berusia 63 tahun itu mewaspadai penuh ancaman Kolombia lewat James Rodriguez, yang disebutnya sebagai pemain berbahaya.
“James Rodriguez mirip seperti simbol tim Kolombia, dia adalah pembuat mood dan poin. Ini sulit untuk menjaganya, dibutuhkan seluruh skuat untuk mengeceknya," lanjut Nishino.
“Kami tidak bisa memberinya waktu atau celah. Kolombia akan memainkan gaya permainan mereka dan kami tidak ingin membiarkan itu.
“Jika kami bisa menghadapi mereka sepuluh lawan sepuluh, ada kemungkinan kami menerapkan strategi man mark [kepada James], namun saya ragu itu akan terjadi.
“Dia ada di mana-mana di lapangan, jadi setiap pemain yang dekat dengan dia harus menjaganya.”
