Olivier Giroud merasa kenikmatan selebrasi gol sedikit terganggu oleh keberadaan VAR. Mestinya dia bisa langsung menikmati momen menggembirakan itu bersama rekan-rekannya ketika mengoyak gawang lawan, kini terkadang harus dijeda beberapa saat jika diperlukan tinjauan teknologi sepakbola satu ini.
Seperti yang terjadi saat Chelsea menghadapi Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions malam tadi.
The Blues mengamankan kemenangan 1-0 atas Los Rojiblancos di laga yang diselenggarakan di Bucharest itu berkat gol tunggal Giroud, yang sempat dianulir wasit.
Berawal dari sebuah crossing yang terdefleksi di kotak penalti, Giroud kemudian melakukan tendangan akrobatik fantastis dari jarak 12 meter untuk menaklukkan kiper Jan Oblak.
Gol itu seketika dibatalkan wasit karena penyerang juara Piala Dunia 2018 tersebut dianggap berada di posisi offside.
Namun, setelah wasit mencermati VAR sampai sekira tiga menit lamanya, gol itu pun disahkan dan skor 1-0 bertahan sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Giroud mengaku jadi sedikit canggung ketika selebrasi golnya harus tertunda beberapa saat karena VAR.
"Dengan VAR, Anda harus memiliki kesabaran," ucap Giroud selepas laga kepada RMC.
"Anda harus tetap yakin. Cukup bagus buat kami dan saya pribadi. Tapi agak lama juga untuk menentukan. Itu jadi keputusan penting ketika wasit memberitahu kami di tengah pertandingan," lanjutnya.
"Rasanya gimana gitu baru bisa merayakan gol tiga menit setelah itu," tegas mantan penyerang Arsenal tersebut.
Gol menentukan itu menjadi koleksi Giroud yang keenam di ajang Liga Champions musim 2020/21 dan kemenangan ini sekaligus jadi modal bagus bagi skuad Thomas Tuchel kala menyambut skuad Diego Simeone di leg kedua bulan depan.




