Manajer Manchester United Erik ten Hag tak bisa menerima kekalahan dramatis timnya dari Copenhagen 4-3 di matchday 4 fase grup Liga Champions.
Sempat dalam posisi unggul 2-0 lewat brace Rasmus Hojlund, The Red Devils perlahan-lahan dikejar oleh duta Denmark itu yang mampu membalikkan keadaan. Namun, titik balik Copenhagen, menurut ten Hag, justru datang ketika mereka mencetak gol pertama yang kontroversial.
Dalam pandangan juru taktik Belanda itu, ada satu pemain Copenhagen berada di posisi offside, tepat berada di depan kiper Andre Onana ketika Mohamed Elyounoussi mencetak gol yang memperkecil keadaan jadi 2-1.
"Anda bisa melihat, ada pemain di depan Onana dalam posisi offside saat gol pertama Copenhagen," keluh ten Hag, menyayangkan wasit yang abai terhadap insiden tersebut.
Gol Elyounoussi itu diyakini kemudian mengubah arah pertandingan. Diogo Goncalves lantas menyeimbangkan kedudukan jadi 2-2 lewat tendangan penalti di pengujung babak pertama. Meski Man United sempat kembali berada di depan via Bruno Fernandes, juga dari eksekusi penalti, tapi Lukas Lerager mampu menyamakan skor di menit menit ke-83 sebelum Roony Bardghji jadi penentu kemenangan tuan rumah tiga menit sebelum laga rampung.
Ten Hag mengakui, Man United terlalu sering dirugikan oleh keputusan wasit, bukan hanya pertandingan malam ini.
"Bukan hanya malam ini," lanjut ten Hag mengeluh.
"Kami harus berurusah dengan banyak keputusan yang merugikan kami di pertandingan-pertandingan lainnya," tandasnya.




