Inter Milan resmi mendapat suntikan dana melimpah dari investor asal Amerika Serikat (AS) Oaktree Capital.
Kabar baik ini disampaikan Nerazzurri melalui kantor berita Italia ANSA, Kamis (20/5), yang membuat mereka untuk sementara bisa keluar dari krisis finansial.
Oaktree Capital kabarnya mengguyurkan dana sebesar €275 juta atau sekitar Rp4,8 triliun, namun tidak sepenuhnya utuh nominal tersebut yang akan dinikmati oleh Inter.
Rinciannya adalah, dari €275 juta yang mereka dapatkan, sebesar €242 juta atau Rp4,2 triliun merupakan dana pinjaman yang wajib dilunasi dalam waktu tiga tahun ke depan.
Sementara sisanya, €33 juta dipakai Oaktree Capital untuk mengakuisisi saham minoritas Inter sebesar 31,05 yang sebelumnya dimiliki oleh LionRock Capital.
Meski menjadi pemilik saham minoritas Inter, Oaktree Capital tetap akan menuntut pembayaran utang mereka dari Suning Group selaku pemegang saham mayoritas klub (68,55%) sesuai jangka waktu yang telah disepakati.
Seperti yang diwartakan Bloomberg, kesepakatan yang dibuat oleh Suning Group tersebut tak ubahnya sebagai jaminan dan jika mereka tidak bisa melunasi tunggakan, maka Oaktree Capital lah yang akan mengambil alih kempemilikan klub.
"Menyusul proses uji tuntas dengan visi jangka panjang bersama untuk proyek tersebut, hari ini operasi pembiayaan berdasarkan saham dengan dana yang dijalankan oleh Oaktree Capital Management L.P. diselesaikan," demikian pernyataan Inter.
"Dengan pembiayaan ini, pemegang saham akan terus mendukung FC Internazionale Milano, dengan tujuan mengatasi kesulitan dan peluang yang hilang selama periode COVID-19."
Inter memang dilanda krisis finansial hebat meski baru memastikan raihan Scudetto Serie A musim ini. Presiden mereka, Steven Zhang dilaporkan meminta para pemainnya untuk mengikhlaskan dua bulan gaji guna membantu keuangan tim.
Permohonan pemotongan gaji tersebut memang bukanlah keputusan akhir dan kini masih terus dibicarakan dengan para pemain dan juga staf pelatih.
Situasi tersebut membuat masa depan Antonio Conte dan skuadnya dilanda ketidakpastian. Selain sang pelatih, beberapa pemain juga dikabarkan mengancam akan pergi apabila tidak ada solusi terbaik dari manajemen klub.


