Nusantara United berhasil memastikan tiket bertahan di Liga 2 setelah mengamankan satu poin di markas PSDS Deli Serdang.
NUFC bermain imbang 2-2 dengan PSDS pada laga kelima play-off Grup B di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Jumat (26/1).
Setelah duel berjalan alot pada babak pertama, PSDS unggul dua gol pada babak kedua melalui sepakan penalti Noriki Akada (55’) dan Khairul Salim (61’). Sedangkan dua gol NUFC dicetak Ahmad Afhridzal (88’) dan Pandi Lestaluhu (90+8’).
Pertandingan sempat beberapa kali terhenti usai serangan rasialis oleh oknum suporter PSDS yang diterima tiga pemain Nusantara, yakni: Jimmy Aronggear, Hamsa Lestaluhu, dan Friska Womsiwor.
“Kami bersyukur atas hasil ini. Terima kasih atas kerja keras pemain hingga menit akhir, meski kami sempat tertinggal dua gol,” ucap pelatih kepala Salahuddin.
“Tapi di satu sisi, kami kecewa atas perlakuan rasialis terhadap tiga pemain kami,” tambahnya.
Sementara itu striker debutan Ahmad Afhridzal mengaku girang setelah sentuhan pertamanya berujung gol pembuka Nusantara United.
“Terima kasih untuk pelatih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini akan menjadi hari yang akan terus saya kenang. Gol ini juga saya persembahkan untuk ayah yang berulang tahun hari ini,” ujar Ridzal.
Skuat arahan Salahuddin sekaligus memastikan finis di puncak klasemen, dengan sisa satu pertandingan melawan PSPS Pekanbaru pada 2 Februari mendatang.
Tercatat, NUFC menjadi tim kedua pada musim 2023/24 yang memastikan tiket bertahan di Liga 2 setelah Sriwijaya FC.
