Pelatih PS TIRA Nilmaizar menganggap transisi dari menyerang ke bertahan menjadi permasalahan tim besutannya, sehingga menelan kekalahan 4-1 dari Sriwijaya FC pada laga pekan ke-14 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin sore.
Nil baru bergabung dengan tim dua hari sebelum pertandingan, sehingga ia masih meraba kelemahan dan kelebihan anak asuhnya. Menurutnya, konsentrasi dan kesalahan mengantisipasi serangan lawan menjadi titik lemah di laga ini.
“Ada beberapa kelemahan terlihat ketika tim kami kurang antisipasi menghalau proses counter-attack. Tim kami terlihat kurang baik dalam melakukan transisi dari menyerang ke bertahan,” terang Nil.
“Selain itu dua gol lawan tercipta dari proses set-pice. Pemain terlihat hilang fokus, ini menjadi evaluasi kami ke depan sebelum menghadapi Mitra Kukar.”
Disinggung mengenai langkah yang akan dilakukan, Nil mengaku sudah melihat gambaran pembenahan yang segera dilakukannya agar PS TIRA bisa bermain lebih baik.
“Kalau melihat 2x45 menit sudah tergambar. Mungkin nanti ada beberapa evaluasi, di mana yang akan segera dilakukan pembenahannya. Ini yang akan kami lakukan bersama tim pelatih lain agar ke depanya PS TIRA bisa tampil baik lagi,” imbuh Nil.
Sementara itu, kiper PS TIRA Syarul Trisna mengungkapkan, absennya tiga pemain pilar seperti Abduh Lestaluhu, Manahati Lestusen, dan juga Guztavo Lopez turut berperan terhadap kekalahan mereka.
“Cukup berat. Setelah libur panjang pemain harus penyesuaian lagi. Mungkin ke depannya saat lawan Mitra Kukar akan lebih baik lagi,” ucap Syahrul. (gk-70)


