Neymar PSG 2021Getty

Dulu Cuma 'Pelayan Jenderal', Kini Neymar Jadi Anak Manja Tukang Mengatur Di PSG

Menurut Edouard Cisse, Neymar sudah menjadi "anak manja" di Paris Saint-Germain meski dahulu ia hanya sesosok pelayan 'sang jenderal' Lionel Messi di Barcelona.

PSG memecahkan rekor transfer dunia hingga €222 juta dengan mendatangkan Neymar ke Parc des Princes 2017 lalu, mereka menginvestasikan dana kepada pemain yang didapuk sebagai salah satu winger paling mematikan selama empat tahun di Camp Nou.

Sejak saat itu Neymar telah membantu raksasa Ligue 1 itu memenangi 10 trofi domestik, tetapi masih belum menebus harga belinya karena masalah cedera dan indispliner di luar lapangan, dengan Cisse merasa ia lebih bisa diatur saat di Barca.

"Di Barcelona ada struktur," ujar mantan gelandang PSG itu kepada Le Parisien. "[Neymar] memiliki gaya bermain yang lebih bersih, meski lebih sering menggiring."

"Ia ditugaskan mengacaukan garis pertahanan, menjadi pembeda, dan mengumpankan bola kepada sang jenderal, [Lionel] Messi. Saking baiknya melakukan tugas itu, ia menjadi 'alter ego'-nya."

"Di Paris, ia diberi kunci dan mereka membiarkannya berlaku sesuka hati. Dalam satu momen, ia hilang."

"Ia pemain hebat, tak ada yang bisa menyanggahnya, tetapi ia menjadi anak manja dan sok berkuasa."

Neymar yang terjegal di awal 2021/22

Inkonsistensi Neymar dalam balutan seragan PSG kembali terjadi di awal musim ini, dengan pemain 29 tahun itu baru mampu mengemas satu gol dan dua assist dari sembilan penampilan di semua kompetisi.

Bahkan reuni dengan Messi, yang hijrah ke Paris Agustus lalu setelah meninggalkan Barca, tak bisa menyelamatkan performanya, yang kembali mandul saat Rennes mengejutkan PSG dengan mengalahkan mereka 2-0, Minggu (3/10).

Penggawa Brasil itu ditarik pada paruh kedua sebagai usaha Mauricio Pochettino untuk membangkitkan anak asuhnya, dan ia dimintai penjelasan soal keputusannya itu.

Pochettino menjawab pertanyaan wartawan apakah fisik Neymar di bawah standar: "Bukan, bukan begitu. Kami punya lima hari [sejak bertanding melawan Manchester City]. Kami sempat sangat berkualitas selama 25-30 menit, mengontrol pertandingan."

"Kami kebobolan saat sedang main bagus. Saat memulai babak kedua, kami segera tertinggal 2-0, laga langsung berjalan dengan berbeda."

Neymar akan kembali bersaing mendapatkan tempat di starting XI PSG saat mereka menjamu Angers pasca jeda internasional.

Iklan