Perselisihan penalti akhir pekan lalu antara penyerang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe dan Neymar berbuntut panjang, dan GOAL memahami bahwa hubungan mereka yang memanas kini berpotensi mengganggu ruang ganti.
Seperti diketahui, Mbappe sempat menolak Real Madrid untuk meneken perpanjangan kontrak dengan PSG, tetapi kegembiraan dari perjanjian monumental itu begitu cepat menguap.
Sumber kami mengatakan bahwa penyerang Prancis itu tidak senang karena pengaruhnya di balik layar tidak berkembang dalam beberapa bulan terakhir. Dia kesal karena Neymar lebih mendapatkan power di antara rekan satu timnya, termasuk Lionel Messi dan Sergio Ramos, dan merasa dia belum menerima status yang dijanjikan oleh petinggi klub.
Itu rupanya membawa PSG ke ambang krisis di musim pertama pelatih Christophe Galtier. Alih-alih bersatu di bawah ambisi bersama untuk menjuarai Liga Champions, beberapa pemain justru tampak menjauhi satu sama lain.
Mengapa Mbappe Kesal?
GOAL diberitahu bahwa Mbappe tidak senang dengan perannya yang minim dalam hierarki ruang ganti. Dia menunjukkan rasa frustrasinya pada Neymar yang justru mengambil pengaruh di tengah kegemilangan bintang Brasil itu di awal musim.
Neymar sendiri digadang-gadang akan meninggalkan Parc des Princes pada awal musim panas ini, sebelum memperjelas bahwa dia ingin tinggal dan berkomitmen bersama PSG.
Adapun di dua pertandingan Ligue 1 pertamanya pada musim 2022/23, Neymar berhasil menciptakan tiga gol dan tiga assist, dan kerja kerasnya dalam latihan dikatakan telah menarik perhatian rekan satu timnya.
Mbappe sebelumnya memandang Neymar sebagai sekutu dekat, tetapi perasaan itu tampaknya telah berubah.
Kontroversi Penalti Mbappe vs Montpellier
Penyerang itu mendapat kecaman tajam karena dua insiden akhir pekan lalu dalam kemenangan 5-2 atas Montpellier.
Mbappe berdebat dengan Neymar mengenai tugas penalti setelah dia gagal mengeksekusi sepakan 12 pas di awal pertandingan, dan di momen kontroversial lainnya, dia tampak menyerah saat timnya melakukan serangan balik setelah tidak menerima umpan silang.
Kedua insiden itu dipandang negatif oleh rekan satu timnya, meski Galtier membela Mbappe usai pertandingan.
Sang pelatih mengatakan kepada wartawan: "Agak normal baginya untuk kecewa karena sedikit pendek secara fisik dibandingkan dengan rekan satu timnya."
Sementara itu, gelandang veteran Marco Verratti menambahkan: “Terkait penalti, dia sedikit cemberut tapi itu normal. Dia pemain hebat, dia ingin membuat perbedaan.
"Bagus kalau dia marah, artinya dia peduli dengan tim ini."


