Steve BruceGetty Images

Newcastle United Diakuisisi Pemilik Baru, Steve Bruce Khawatir Dipecat

Steve Bruce khawatir akan dipecat oleh Newcastle United sebelum menjalani pertandingannya yang ke-1.000 sebagai manajer setelah pihak klub dibeli konsorsium Arab Saudi, Kamis (7/10).

Liga Primer Inggris menyetujui penjualan Newcastle ke Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi untuk sekaligus mengakhiri perundingan yang telah berjalan selama lebih dari setahun.

Sebuah era baru sekarang akan terjadi di St James' Park sebagaimana 14 tahun kepemilikan Mike Ashley berakhir, dan beberapa media melansir bahwa Bruce juga bakal lengser dari kursinya.

Apa Kata Bruce?

Pelatih berusia 60 tahun itu sadar bahwa pemilik baru mungkin ingin membuat perubahan di posisi pelatih, dan meski dia ingin melanjutkan masa kerjanya sebagai manajer The Magpies, Bruce tidak akan terkejut jika ia takkan berada di pinggir lapangan untuk lanjutan Liga Primer melawan Tottenham Hotspur pada 17 Oktober mendatang.

Bruce, yang menjalani pertandingan ke-999 sebagai pelatih kepala saat Newcastle kalah 2-1 dari Wolves sebelum jeda internasional, mengatakan kepada The Telegraph: “Saya ingin terus melatih, saya ingin kesempatan dan menunjukkan kepada pemilik baru apa yang bisa saya lakukan, tetapi Anda harus realistis dan mereka mungkin menginginkan manajer baru yang bisa langsung memuluskan rencana mereka.

"Pemilik baru biasanya menginginkan manajer baru. Saya sudah cukup lama [di sepakbola] untuk memahami hal itu. Keputusan itu bukan tergantung pada saya. Saya menerima itu dan saya akan menerima apa yang bakal terjadi kepada saya. Saya harus menunggu untuk melakukan perbincangan mengenai itu dengan mereka ketika waktunya tepat.

“Jika saya tidak berhasil mencapai 1.000 pertandingan melawan Spurs, Anda mungkin mengatakan itu hanya terjadi pada saya, tetapi saya tidak berpikir itu akan kejam. Inilah sepakbola."

Bruce Dalam Tekanan

Kepemimpinan Bruce di St James' Park sendiri mendapat banyak ulasan negatif menyusul awal yang buruk di awal musim 2021/22.

Kekalahan dari Wolves membuat The Magpies berada di urutan ke-19 dengan hanya satu kemenangan dari tujuh pertandingan perdana, dan para suporter tampaknya kehilangan kesabaran dengan pria Inggris tersebut.

Bruce mengakui bahwa kepemimpinannya selama dua tahun sudah sulit sejak awal, tetapi dia sangat bangga bisa memimpin klub dan menginginkan yang terbaik untuk mereka ke depan terlepas dari apakah dia dipertahankan atau tidak.

"Ini bukan tentang saya, saya tidak bisa cukup menekankan itu," tambahnya. “Saya telah mengatakannya sejak hari pertama kabar pengambilalihan ini keluar di publik, bahwa jika itu adalah hal terbaik untuk klub, jika itu membawa klub yang luar biasa ini maju maka saya siap untuk itu.

“Saya tidak akan bersedih atau marah tentang apa pun, apa pun yang terjadi. Tentu saja akan ada kesedihan jika saya kehilangan pekerjaan saya, ini pekerjaan yang saya inginkan sepanjang hidup saya, tentu saja sejak saya menjadi manajer dan sekeras itu, saya sangat bangga menjadi manajer Newcastle United. Itu tidak akan pernah berubah.

“Apa yang terjadi pada saya, yah, itu tidak relevan, tapi ini tentang klub dan masa depannya. Saya berharap ini adalah awal dari era baru yang menarik, tentu terdengar menarik ketika Anda membaca tentang berapa banyak uang yang dimiliki orang Arab Saudi."

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0