Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-EUR-C1-GALATASARAY-BARCELONAAFP
Diterjemahkan oleh

"Neraka palsu": Apakah suara suporter Galatasaray melawan Barcelona itu nyata?

Stadion "Ali Sami Yen" memicu kontroversi luas setelah kemenangan Barcelona atas Galatasaray dengan skor 4-1 di Istanbul, Selasa malam, menyusul beredarnya video-video yang mengisyaratkan kemungkinan klub Turki itu menggunakan pengeras suara untuk memperbesar suara cemoohan terhadap para pemain Blaugrana, sekaligus berupaya menutupi nyanyian suporter Barcelona.

Menurut laporan yang disorot surat kabar Spanyol "Mundo Deportivo" pada Rabu ini, sejumlah penonton yang hadir di laga tersebut mengunggah video yang di dalamnya beberapa suara cemoohan terdengar seolah-olah berasal dari pengeras suara di dalam stadion, hal yang memunculkan pertanyaan soal sifat atmosfer yang menyertai pertandingan itu, terutama saat Barcelona menguasai bola.

Atmosfer stadion di bawah sorotan

Stadion Galatasaray sejak lama dikenal sebagai salah satu stadion tersulit di sepak bola Eropa, berkat antusiasme besar suporternya dan kebisingan tanpa henti di tribune. Atmosfer inilah yang membuatnya mendapat julukan "Neraka Turki", dan menjadikan bermain di markas mereka sebagai tantangan besar bagi para lawan.

Namun kontroversi kali ini tidak hanya berkaitan dengan intensitas dukungan suporter Turki, melainkan berlanjutnya suara-suara cemoohan dalam beberapa video yang beredar, bahkan pada momen-momen ketika apa yang terjadi di dalam lapangan tampaknya tidak membenarkan tingkat kebisingan seperti itu.

Video-video lain yang beredar di media sosial juga menunjukkan suara-suara serupa masih terdengar setelah pertandingan berakhir, hal yang menambah kecurigaan soal kemungkinan penggunaan rekaman suara untuk menciptakan atmosfer permusuhan terhadap tim tamu.

Dalam konteks yang sama, cuplikan yang disiarkan jaringan "TRT Spor", yang hadir di Stadion Ali Sami Yen, memperlihatkan suara cemoohan masih terdengar melalui pengeras suara, sementara para pembawa acara sedang menganalisis kemenangan besar Barcelona dengan skor 4-1.

Meski video-video tersebut menyebar luas, hingga kini hal itu belum merupakan bukti resmi yang pasti bahwa Galatasaray menggunakan suara rekaman dengan tujuan memengaruhi atau mengintimidasi para pemain Barcelona. Belum ada pula keterangan yang memastikan dibukanya penyelidikan resmi atas insiden ini.

Apakah penggunaan suara artifisial melanggar regulasi?

Kontroversi ini memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana legalitas penggunaan rekaman suara untuk menambah kebisingan selama pertandingan resmi, dan apakah praktik tersebut bisa dianggap melanggar regulasi yang mengatur kompetisi-kompetisi Eropa.

Jawabannya bergantung pada rincian insiden, regulasi yang berlaku di kompetisi tersebut, dan sifat penggunaan sistem suara di dalam stadion. Hingga kini, kontroversi yang muncul setelah pertandingan tidak berarti terbuktinya pelanggaran terhadap regulasi badan sepak bola Eropa "UEFA", dan dengan sendirinya tidak menandakan adanya sanksi apa pun terhadap klub Turki itu.

Penyelesaian persoalan ini menuntut adanya penjelasan resmi mengenai apa yang terjadi, atau campur tangan pihak berwenang untuk menentukan apakah video-video yang beredar memerlukan penyelidikan.

Atmosfer suporter merupakan salah satu elemen daya tarik terbesar sepak bola, karena nyanyian spontan, hiruk-pikuk tribune, dan suara cemoohan memberi pertandingan karakter khasnya, serta mencerminkan gairah para pendukung dan kemampuan mereka menekan lawan.

Namun jika terbukti ada penggunaan rekaman suara secara sengaja untuk meniru atau memperbesar atmosfer tersebut, hal itu bisa membuka diskusi yang lebih luas tentang keaslian pemandangan suporter dan integritas atmosfer yang mengelilingi kompetisi olahraga.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google