Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, mengungkapkan bahwa pihak klub tidak pernah mendekati Zinedine Zidane sebagai pelatih.
Al-Khelaifi bahkan blak-blakan bahwa PSG di ambang penunjukkan Christophe Galtier yang musim lalu melatih Nice dan membawa timnya finis di urutan kelima.
Zidane kencang dikaitkan dengan PSG sejak meninggalkan jabatan sebagai pelatih Real Madrid tahun lalu, apalagi setelah Mauricio Pochettino kesulitan untuk memenuhi target tinggi yang ditetapkan pemilik klub, Qatar Sports Investments.
"Saya suka Zidane, dia adalah pemain yang fantastis, dari kelas yang luar biasa. Pelatih yang luar biasa juga, dengan tiga titel Liga Champions," ucap Al-Khelaifi kepada Le Parisien, Rabu (22/6).
“Tapi saya akan memberi tahu Anda satu hal: kami tidak pernah berbicara dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak klub tertarik padanya, tim nasional juga, tapi kami tidak pernah berkomunikasi dengannya,” tutur pria kelahiran Doha, Qatar itu.
"Kami telah memilih pelatih yang akan menjadi yang terbaik untuk apa yang ingin kami tempatkan,” tambahnya.
Al-Khelaifi mengonfirmasi target nomor satu PSG adalah Galtier, pelatih yang mengalahkan mereka untuk meraih gelar Ligue 1 musim 2020/21 kala menangani Lille.
"Kami sedang berdiskusi dengan Nice, itu bukan rahasia," ujar Al-Khelaifi.
"Saya berharap kami akan menemukan kesepakatan dengan cepat, tapi saya menghormati Nice dan presiden [Jean-Pierre] Rivere, semua orang menjaga kepentingan mereka,” pungkasnya.
Dengan pemecatan Pochettino dan direktur olahraga Leonardo yang digantikan Luis Campos, PSG coba melakukan pembangunan tim yang signifikan pasca-mematahkan hasrat Madrid dengan kontrak baru Kylian Mbappe.
