Fans Liga Primer Inggris menyebut pertemuan Arsenal versus Norwich City sebagai 'derbi degradasi'. Hal ini merujuk pada kondisi kedua tim, yang menghuni posisi dua terbawah klasemen EPL setelah berlalu tiga pertandingan.
Di pertandingan ini pula diyakini akan menentukan nasib manajer The Gunners Mikel Arteta.
Jeda internasional setidaknya meringankan sedikit beban yang ada di kepala pria Spanyol itu, tapi ketika matchday kembali di depan mata dalam beberapa pekan lagi, mantan asisten Pep Guardiola itu mesti benar-benar siap.
Kendati telah menghabiskan £150 juta sepanjang musim panas ini -- termasuk memboyong bek Jepang Takehiro Tomiyasu di deadline day -- Arsenal saat ini berada di dasar klasemen dengan nirpoin dan tanpa mencetak satu pun gol.
Lebih parahnya, klub London Utara telah kebobolan sembilan gol hanya dalam tiga pertandingan.
The Gunners akan tampil di Emirates Stadium kala meladeni Norwich, 11 September mendatang, selepas jeda internasional. Menurut Don Hutchison, analis sepakbola Inggris, manajer 39 tahun itu akan kehilangan jabatannya di Arsenal apabila tim asuhannya kalah dari The Canaries .
Saat ditanya ESPN seberapa lama lagi Arteta akan memimpin Arsenal, Hutchison menjawab: "Satu pertandingan. Norwich."
"Saya kira begitu, kawan. Saya kira, jika Arteta kalah di pertandingan itu, akan amat sangat sulit untuk meyakinkan fans bahwa dia adalah orang yang tepat [menangani Arsenal]," tegasnya.
Tiga kekalahan beruntun di tiga laga awal Liga Primer merupakan start terburuk dalam sejarah Arsenal. Gooners dilaporkan sudah kehilangan kesabaran dengan Arteta, yang memang sebelumnya tak pernah punya pengalaman memanaj sebuah tim dalam kapasitasnya sebagai pelatih kepala.
13 bulan berlalu sejak Arteta berhasil meraih trofi pertamanya bersama Arsenal yakni Piala FA. Namun kini laga kontra Norwich dipercaya akan menjadi sebuah laga besar bagi sang pelatih dibandingkan menghadapi Chelsea di final 2020 lalu.




