Transfer Sydney van Hooijdonk pada musim dingin menimbulkan kegemparan besar di dalam NAC Breda. Penyerang tersebut hengkang secara gratis ke Estrela Amadora pada bursa transfer musim dingin, padahal pihak klub mengharapkan adanya biaya transfer. Peran ayahnya, Pierre van Hooijdonk – yang bekerja di NAC sebagai komisaris teknis – kini menjadi sorotan, demikian dilaporkan Voetbal International.
Pada bulan Desember, terjadi ketegangan ketika Sydney tidak menerima perannya sebagai pemain cadangan di NAC dan berselisih dengan pelatih Carl Hoefkens. Pada pertandingan melawan Telstar, yang menjadi laga terakhir di tahun kalender 2025, situasi semakin memanas. Hoefkens baru memasukkan Sydney sebagai pemain pengganti kelima, yang memicu kemarahan sang penyerang dan ayahnya. "Kita pergi dari sini, kita pergi dari sini," teriak Pierre di ruang ganti. Perpecahan pun tak terhindarkan sejak saat itu.
Pihak manajemen klub memutuskan untuk bekerja sama dalam proses transfer dan bahkan memberikan izin sementara kepada penyerang tersebut untuk hengkang tanpa biaya transfer. Dalam hal ini, beberapa agen direkrut untuk mencari klub baru. Minat konkret akhirnya datang dari klub Portugal, Estrela Amadora.
Awalnya, NAC bersikeras meminta kompensasi, namun negosiasi berjalan sulit. Direktur teknis Peter Maas berusaha mempertahankan tuntutan kompensasi finansial. Namun, sikap tersebut ditinggalkan setelah campur tangan langsung dari Pierre van Hooijdonk.
Mantan penyerang tersebut, yang sebagai komisaris sebenarnya memiliki peran pengawas, secara aktif ikut campur dalam proses tersebut dan menghubungi klub Portugal itu sendiri. Dengan demikian, ia melampaui peran formalnya, karena seharusnya ia beroperasi secara independen. Perantara yang dilibatkan oleh NAC pun dikesampingkan.
Akibat intervensi tersebut, isi kesepakatan pun berubah. Padahal sebelumnya dibicarakan soal biaya transfer dan persentase penjualan kembali, Sydney akhirnya hengkang secara gratis. Akibatnya, seluruh keuntungan finansial jatuh ke tangan pemain dan rombongannya, yang membuat para agen dan pejabat klub yang terlibat merasa frustrasi.
Direktur Utama Remco Oversier akhirnya memutuskan untuk menyetujui transfer tersebut, meskipun ada keberatan di dalam organisasi. NAC pun kehilangan potensi pendapatan, sementara klub sedang berada di bawah tekanan baik secara olahraga maupun finansial. Keputusan tersebut diambil dengan persetujuan dewan komisaris.
Dampaknya cukup serius: penyelidikan internal telah dimulai untuk menelusuri proses seputar transfer tersebut. "Untuk menguji integritas pihak-pihak yang terlibat," demikian menurut VI.



