Agen super Mino Raiola menyatakan, dirinya bukan "parasit" dan segala penilain negatif terhadapnya merupakan framing dari media.
Ditegaskan Raiola, dirinya hanyalah seorang agen biasa sebagaimana agen-agen pada umumnya.
Raiola, yang mewakili nama-nama bintang macam Paul Pogba dan Zlatan Ibrahimovic, mengakui dirinya kerap kali diperlakukan dengan tidak adil oleh media, sehingga muncul prasangka jelek pada dia.
Raiola, seperti diketahui, pernah mendapatkan mahar mencapai £41 juta saat Manchester United mengangkut Pogba dari Juventus dengan memecahkan rekor transfer dunia senilai £89 juta 2016 silam.
Berbagai pihak menudingnya sebagai agen yang rakus. Tetapi, dia keberatan dengan label serakah. Menurutnya, stigma ini terbentuk karena peran media.
"Tentu selalu tidak menyenangkan ketika mendengarkan prasangka yang sama," tutur Raiola kepada BBC Sport.
"Namun, mungkin publik juga berpikir, 'Kalau orang ini begitu rakus dan buruk, bagaimana bisa para pemainnya semua merasa bahagia dan bertahan dengannya?'," lanjutnya.
"Saya akan bohong jika saya mengatakan prasangka buruk pada diri saya tidak mengganggu saya. Bagaimana caranya Anda menilai saya jika saya adalah agen yang bagus untuk Ibrahimovic? Satu-satunya yang bisa menilai saya adalah Ibra sendiri," jelas Raiola.
"Saya tidak punya kekuatan dan pengaruh. Pekerjaan saya adalah menghasilkan kesepakatan terbaik untuk pemain-pemain saya. Tidak lebih dari itu," katanya lagi.
"Saya bekerja membuat kesepakatan adalah untuk memberikan berbagai pelayanan, yang bahkan mungkin orang-orang tidak tahu ini," urainya.
"Para pemain saya tidak menyebut saya seorang parasit, dan itulah kenapa saya bekerja," pungkas pria 53 tahun tersebut.




