Bek Inter Milan, Milan Skriniar, merasa timnya perlu memperbaiki lebih lanjut lagi lini belakang mereka setelah menyaksikan pertandingan kontra Crotone akhir pekan kemarin.
Di laga lanjutan Serie A Italia yang dihelat di Giuseppe Meazza itu, Nerazzurri harus mendapati gawang mereka kebobolan dua gol. Saat kebobolan dua gol, skor menunjukkan angka sama kuat, 2-2.
Beruntung Inter punya Lautaro Martinez yang menjadi pembeda di pertandingan itu berkat torehan hat-trick dia. Gol-gol bunuh diri Luca Marrone, Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi melengkapi pesta enam gol skuad Antonio Conte.
Kemenangan sangat penting bagi Inter karena menjaga jarak satu angka dengan rival sengit mereka, AC Milan, di jalur Scudetto. Rossoneri sendiri juga meraih kemenangan di pekan yang sama saat bentrok dengan Benevento.
Selepas laga kontra Crotone, Skriniar mengungkapkan kekhawatirannya dengan barisan defensif pasukan Conte yang dinilainya terkadang menunjukkan sisi kerapuhan mereka.
Sejauh ini, Inter telah kebobolan 19 gol. Padahal bila diperingkatkan, La Beneamata sebetulnya masih berada di posisi kelima sebagai tim yang paling sedikit kebobolan.
"Kami tengah berusaha memperbaikinya [lini belakang Inter]," tutur Skriniar kepada SportMediaset.
"Menurut saya, kami sedang melakukan berbagai hal dengan cara yang tepat," tambah bek berusia 25 tahun tersebut.
"Di atas semuanya, kami mencoba untuk memberikan kontinuitas terhadap pekerjaan kami dan hasil-hasil yang coba kami gapai," lanjut pemain internasional Slovakia tersebut.
Ditegaskan Skriniar, Inter harus seminimal mungkin tak membiarkan para lawan mengoyak gawang mereka. Sang bek cukup menyayangkan gawang Inter harus ternodai dua kali saat bentrok dengan Crotone.
"Tahun lalu, kami tidak banyak mencetak gol, sekarang kami cukup beringas dengan banyak membuat gol. Barisan belakang kami harus kebobolan gol sesedikit mungkin," tandas eks pilar Sampdoria itu.




