Satu fakta yang tak bisa dibantah: Mikel Arteta rupanya memiliki rekor yang masih lebih baik dibandingkan manajer legendaris Arsenal Arsene Wenger setelah melakoni 100 pertandingan.
Pria Spanyol itu kembali mempersembahkan tiga poin saat menjamu Watford di Emirates Stadium dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (7/11) sore waktu setempat.
Di pertandingan itu, Meriam London mengamankan kemenangan hemat 1-0 berkat gol tunggal Emile Smith Rowe. Praktis, catatan positif itu merupakan kemenangan ke-54 Arteta dalam 100 pertandingan.
Dia sukses melampaui torehan 51 kemenangan yang dibuat Wenger. Hanya George Graham (56) yang memiliki catatan lebih baik dibanding Arteta setelah berlalu 100 laga.
Kemenangan 1-0 atas Watfrod juga menjadi gol ke-163 Arsenal di bawah rezim Arteta.
Lagi-lagi, rekor gol ini melewati pencapaian tim pimpinan Wenger, yang hanya bisa membuat 157 gol setelah menduduki kursi panas di London Utara per 1996.
Kendati demikian, pasukan Arteta memiliki catatan kekalahan yang lebih banyak dibanding skuad Wenger. tim Highbury era 90-an bermain imbang 31 kali dan hanya kalah 18 kali di 100 laga pertama Wenger.
Sedangkan laskar Arteta, mengalami 26 kekalahan dan ditahan seri 20 kali di 100 pertandingan awal. Namun, Arteta memenangkan gelar Piala FA di musim debutnya pada 2020.
Dalam perjalanannya, Wenger total mengukir 1.235 pertandingan, memenangkan 707 laga dan berhasil mencaplok sepuluh trofi mayor, termasuk raihan dobel gelar Liga Primer Inggris dan Piala FA di musim keduanya.
Sementara itu, sang bos Arsenal masa kini berjuang spartan untuk membuat milestone 100 laga setelah menelan kekalahan di tiga laga pembuka Liga Primer musim ini, tanpa mencetak satu pun gol.
Namun sejak saat itu, takdir Arsenal berputar drastis: tak terkalahkan di sepuluh pertandingan terkini di seluruh kompetisi.
"Saya merasa sangat terhormat bisa berada di mana saya sekarang," kata Arteta selepas kemenangan 1-0 atas Watford.
"Saya merasa klub ini bersatu padu, di antara para pemain," tambahnya.
"Saya bisa melihat para pemain, sehari sebelum pertandingan, mereka sangat antusias bermain di Emirates dan para pemain di bangku cadangan sangat menggebu-gebu ingin tampil," jelasnya.
Tiga kemenangan di bulan September membuat Arteta terpilih untuk merengkuh titel manager of the month. Tim polesan Arteta yang sukses mengamankan 20 poin sejak awal bulan itu merupakan yang terbaik di antara tim lain di Liga Primer.
Di hadapan manajer senior macam Claudio Ranieri, mantan asissten Pep Guardiola ini pun menunjukkan sikap berkelasnya dengan pernyataan merendahnya.
"Saya ini hanya seorang bocah di dunia manajerial, ketika saya membandingkan diri saya dengan seseorang seperti Claudio misalnya," tegas mantan kapten Arsenal tersebut.
Selepas jeda internasional, rangkaian unbeaten di sepuluh pertandingan akan menemui ujian mahaberat kala Arsenal bertandang ke Anfield untuk menghadapi kontender juara musim ini, Liverpool.




