Mika Godts sebenarnya sudah bisa meninggalkan Ajax setahun lalu, demikian dipastikan agen Niels De Jonck dalam wawancara dengan De Telegraaf. Winger asal Belgia itu memutuskan bertahan semusim lagi di Amsterdam dan belum lama ini mewujudkan transfer impian ke Paris Saint-Germain.
Pada 2025, Godts bersama manajemennya secara sadar memilih untuk tidak pindah ke luar negeri. "Saat itu Mika, saudaranya Matz, yang juga seorang pelatih, dan saya benar-benar menyusun sebuah rencana bersama," ungkap De Jonck setahun kemudian.
Menurut agen Godts, ada satu aspek yang krusial terkait masa depan dekat sang winger. "Apakah kami meninggalkan Ajax sekarang untuk klub papan tengah, atau Anda bertahan setahun lagi, berkembang lebih jauh, lalu kami melihat klub-klub mana yang datang setelah itu?"
Godts tetap setia kepada Ajax dan menjalani musim yang sangat kuat di Eredivisie Vriendenloterij. Ia membukukan 17 gol dan 15 assist dalam 44 penampilan. Statistik impresif itu mengantarkan Godts meraih gelar Johan Cruijff Talent van het Jaar dan sekaligus transfer besar ke PSG.
"Kalau Anda melihat klub mana yang kini datang untuknya, saya rasa jawaban atas pertanyaan itu cukup jelas dan kami bersama-sama telah membuat pilihan yang tepat," kata De Jonck dengan puas. Ia lalu langsung menambahkan: "PSG bukan titik akhir. Ini kembali menjadi sebuah awal. Seperti Ajax pada Januari 2023."
Godts sempat dikaitkan dengan FC Barcelona, Bayern Munchen, Arsenal, dan Chelsea. Namun, mantan pemain Ajax itu akhirnya memilih PSG, yang menggelontorkan dana maksimal 55 juta euro untuk sang winger.
Pelatih Luis Enrique berbicara dengan Godts melalui FaceTime dan menjelaskan secara rinci seperti apa visi sepak bola di PSG. Pemain Belgia itu harus fokus pada posisi sayap kiri, dengan Khvicha Kvaratskhelia sebagai pesaing tangguh.


