Pelatih Bologna Sinisa Mihajlovic mengungkapkan, dirinya sempat hampir menjadi pelatih Juventus. Dijelaskannya, bahkan antara dirinya dan kubu Bianconeri sudah mencapai kata sepakat.
Pria Serbia tersebut mengaku mendapat panggilan telepon dari manajemen jawara Serie A Italia itu untuk menggantikan posisi pelatih terdahulu, Antonio Conte.
Namun, pada akhirnya situasinya berubah dan eks pelatih Chelsea tersebut rupanya memutuskan untuk bertahan di Turin. Mihajlovic pun batal melatih klub raksasa Italia ini.
"Juve sudah menghubungi saya di tahun terakhirnya Antonio Conte," klaim Mihajlovic.
"Saya menyambangi kediaman [presiden Juve Andrea] Agnelli bersama [direktur Juve kala itu Beppe] Marotta dan [Pavel] Nedved. Segala sesuatunya telah dikerjakan."
"Tetapi pada akhirnya, Conte memutuskan untuk bertahan."
Di kesempatan yang sama, Mihajlovic kemudian memuji sosok-sosok bekas presiden mantan klub yang pernah dibela Mihajlovic semasa dia aktif bermain sebagai pesepakbola.
"Saya punya beberapa sosok presiden yang telah menandai sejarah politik dan ekonomi Italia," lanjutnya.
"[Mantan presiden Milan] Berlusconi tetap seorang yang berkarakter luar biasa, saya menginginkan dia menjadi presiden 15 tahun lebih awal. [Mantan presiden Inter Milan Massimo] Moratti adalah seroang yang gentleman, yang tidak bisa ditemui lagi sosok sepertinya."





