Michael Reiziger merespons kisruh seputar penunjukan Xavi sebagai pelatih timnas Belanda lewat sebuah pernyataan di Instagram, jabatan yang juga sempat dikaitkan dengan pelatih timnas Belanda U-21 itu.
“Setelah semua yang dikatakan dan ditulis dalam beberapa waktu terakhir, saya ingin memberi tanggapan singkat untuk mengakhirinya. Demi kepentingan proses, saya memilih untuk tidak mengatakan apa pun tentang hal ini dalam beberapa waktu terakhir, tetapi tentu saja apa yang bermunculan itu tidak menyenangkan,” kata Reiziger menanggapi kritik dari media dan para penggemar.
“Terlebih karena itu selalu datang dari orang-orang yang sama sekali tidak mengenal saya dan tidak tahu bagaimana saya bekerja di klub-klub saya dan sekarang di KNVB. Benar bahwa saya adalah salah satu kandidat untuk posisi pelatih timnas dan tentu saja saya tertarik karena saya selalu mengejar pencapaian tertinggi, sama seperti dalam karier saya sebagai pemain,” lanjutnya.
“Hanya saja, jika Anda memasuki proses seperti itu, Anda tahu bahwa kandidat lain juga bisa dipilih. Itulah yang terjadi dan tentu saja saya menghormatinya, menyenangkan bahwa yang terpilih adalah mantan rekan setim saya yang berbagi ruang ganti dengan saya selama tujuh tahun.”
“Tentu saja kami akan sering bekerja sama dan saya mendoakan Xavi meraih kesuksesan. Pertama dan terutama, sekarang saya fokus pada timnas Belanda U-21 dan akan bekerja dengan penuh energi menuju pertandingan-pertandingan penting yang akan datang,” tutup Reiziger.
Fakta bahwa Reiziger kini tidak menjadi pelatih timnas Belanda bukan berarti dia tidak akan pernah lagi dipertimbangkan untuk jabatan itu. Direktur teknik Nigel de Jong mengatakan pada Minggu bahwa mantan bek kanan itu di masa depan tentu bisa menjadi pelatih timnas.

