Kepergian Lionel Messi dari Barcelona menuju Paris Saint-Germain menjadi perhatian dunia. Tak terkecuali raksasa Jerman Bayern Munich.
Setidaknya, mantan CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge mengaku patah hati melihat sang megabintang menyudahi romansa 21 tahun dia dengan Los Blaugrana.
Messi resmi menandatangani kontrak dua tahun dengan PSG dan akan memulai kampanye 2021/22 dengan seragam baru, kompetisi baru dan rekan-rekan baru di Parc des Princes.
"Ketika saya mendengar kabar itu [Messi hengkang], jujur saja saya sedikit sedih. Barcelona dan Messi adalah contoh pernikahan yang sukses selama 21 tahun dan sekarang mereka bercerai," tutur Rummenigge kepada Sport Bild.
"Anda bisa memahami, betapa tidak bahagianya dia sekarang dengan apa yang terjadi. Dia sebetulnya sudah rela mengorbankan banyak uang [gaji dipangkas] demi FC Barcelona," lanjutnya.
"Akan tetapi, itu saja tidak cukup untuk memperbarui kontrak dia. Tentu saja bagi Messi ini adalah kekecewaan terbesar dalam hidupnya," jelas Rummenigge.
Messi sempat dispekulasikan akan melanjutkan karier ke Bundesliga Jerman dengan gabung klub sekelas Bayern. Namun, Rummenigge melihat bekas klubnya itu tidak akan mampu memiliki pemain dengan bayaran seperti La Pulga.
"Itu tidak akan berhasil karena beberapa asalan," terang Rummenigge.
"Ini semua karena besarnya uang yang harus dikeluarkan, yang menyebabkan banyak masalah, terutama di ruang ganti. Sampai hari ini, tidak ada rahasia-rahasiaan, para pemain mengetahui dengan pasti berapa pendapatan orang-orang di sebelahnya," urainya.
"Sebagaimana di Barcelona, Bayern juga akan memiliki kendala perihal gaji. Saya tidak bisa membayangkan Messi berada di negara seperti Jerman," katanya lagi.
