Meski menelan kekalahan menyakitkan dari Paris Saint-Germain dengan skor 4-2 di Liga Champions Eropa, Hansi Flick, pelatih Barcelona, menolak terbawa suasana pesimisme, tetap berpegang pada optimisme dan keyakinan atas kemampuan timnya untuk memperbaiki keadaan, dalam sebuah pesan tantangan yang jelas kepada para pengkritiknya yang mungkin melihat kekalahan ini sebagai indikasi sulitnya bersaing memperebutkan gelar musim ini.
Pelatih asal Jerman itu menyampaikan pesan yang mencuri perhatian terkait perburuan gelar, menegaskan bahwa kekalahan dalam laga besar di awal musim tidak berarti berakhirnya ambisi, dengan mengatakan: "Gelar tidak ditentukan pada Oktober, Liga Champions Eropa akan ditentukan pada Juni."
Flick tidak mengabaikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan para pemainnya di hadapan tim Prancis itu, namun pada saat yang sama ia menekankan perlunya melihat sisi-sisi positif yang muncul selama pertandingan, alih-alih mereduksi penampilan hanya pada hasil akhir.
Pelatih Barcelona itu mengatakan dalam konferensi pers usai laga: "Kita harus menganalisis pertandingan ini, tetapi saya melihat hal-hal yang sangat bagus, dan hal-hal lain yang harus kita kembangkan. Saya tidak ingin bersikap negatif, karena saya optimistis. Ini pengalaman yang baik, dan kita harus menganalisis apa yang bisa kita tingkatkan."
Flick mengakui bahwa Barcelona kehilangan sebagian keseimbangannya pada menit-menit akhir, setelah skor menjadi 3-2, yang memberi Paris Saint-Germain peluang untuk memanfaatkan ruang dan memperlebar keunggulan menjadi dua gol.
Kesalahan Defensif di Bawah Sorotan
Pelatih asal Jerman itu menyadari bahwa kebobolan empat gol mengharuskan evaluasi terhadap penampilan defensif, khususnya terkait penempatan posisi dan jarak antarpemain, detail-detail yang bisa merugikan tim secara besar menghadapi para pesaing papan atas.
Flick menjelaskan bahwa Barcelona perlu bermain dengan lebih tenang, dan memperbaiki keterpaduan antarlininya, dengan mengatakan: "Kita harus bermain dengan tenang, menempatkan posisi dengan lebih baik, dan menjaga keterpaduan antarpemain. Kita tidak boleh meninggalkan jarak yang terlalu besar di antara kita, dan harus lebih jelas soal apa yang ingin kita lakukan."
Sebaliknya, sang pelatih memuji penampilan Joan Garcia, yang menggagalkan sejumlah percobaan berbahaya, meski empat gol bersarang di gawangnya, serta menunjukkan bahwa timnya menciptakan peluang-peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik.
Barcelona bersiap menghadapi Real Madrid, Minggu mendatang dalam El Clasico La Liga, yang berarti tim dituntut untuk segera menghapus efek kekalahan dari Paris.



