Lionel Messi memberi penghormatan kepada Alejandro Sabella, dengan ia memuji mantan pelatih Argentina itu yang menampilkan permainan sepakbola terbaik dalam persiapan dan selama putaran final Piala Dunia 2014.
Sabella, 66, meninggal dunia di rumah sakit pada Selasa (8/12) siang waktu Argentina setelah hampir dua minggu berjuang melawan efek dari kondisi jantung akut, yang diperburuk oleh infeksi selama dia menjalani perawatan.
Sebagai pemain di tim seperti River Plate, Sheffield United, Leeds United dan Estudiantes dan kemudian terjun ke dunia kepelatihan, penduduk asli Buenos Aires itu menjadi salah satu tokoh sepakbola Argentina yang paling dihormati berkat kehebatan taktik dan kepribadiannya yang sederhana.
Selain perjalanannya di Inggris di dua klub Yorkshire pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, Sabella paling dikenal di luar negara asalnya karena membawa Messi dan Albiceleste sangat dekat dengan gelar Piala Dunia ketiga mereka di Brasil enam tahun lalu.
Mantan pelatih Estudiantes itu menjadikan Messi sebagai kapten pada 2011 dan keyakinannya diganjar dengan beberapa penampilan terbaik si pemain di pentas internasional, hingga Argentina bertarung di final melawan Jerman.
Adapun gol di babak perpanjangan waktu Mario Gotze mengakhiri impian Argentina, sementara Sabella sudah berjanji untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebelum final tidak peduli hasilnya.
Mendengar kabar wafatnya Sabella, Messi lewat Instagram pribadinya menyatakan: “Senang sekali bisa berbagi begitu banyak hal bersamamu.
"Alejandro adalah orang yang hebat, di samping itu dia adalah model profesional yang membentuk karier saya dan membantu saya belajar banyak darinya.
"Kami berbagi banyak kenangan favorit saya di sepakbola selama menjalani kualifikasi Piala Dunia dan Piala Dunia itu sendiri. Saya turut berduka cita untuk semua keluarga dan teman-temannya."
Rekan Messi di Piala Dunia 2014 seperti Sergio Aguero dan Javier Mascherano juga mengirim pesan berkabung, dengan striker Manchester City itu menulis di Twitter: "Sangat sedih. Terima kasih atas semua kepercayaan yang Anda miliki pada kami.
"Karena [Anda] mengetahui bagaimana memotivasi kami dan menyampaikan semua kebijaksanaan Anda. Anda lebih dari sekadar pelatih, terima kasih maestro, terima kasih Sabella."
Mascherano, yang awal tahun ini mengakhiri kariernya di Estudiantes, menambahkan di Twitter: "Saya berterima kasih kepada hidup karena telah mempertemukan kita. Terbanglah tinggi, maestro."




