Kekalahan telak yang dialami Al Nassr dari Al Ain asal Uni Emirat Arab tidak berlalu begitu saja di mata para pendukung Al-Alami, setelah reaksi kemarahan meledak menyusul kekalahan dengan skor 4-0, di tengah kritik tajam yang menyasar sejumlah bintang tim dan staf kepelatihan yang dipimpin pelatih asal Australia, Ange Postecoglou.
Para suporter pun tidak mengecualikan Cristiano Ronaldo dari lingkaran kritik, di mana sebagian pendukung membebankan sebagian tanggung jawab kekalahan kepadanya, dan intensitas kemarahan sampai pada tingkat menyebut penampilan sang kapten tim sebagai "menyedihkan", di tengah ketidakmampuan Al Nassr menciptakan ancaman yang diharapkan terhadap Al Ain sepanjang sebagian besar waktu pertandingan.
Kemarahan tidak berhenti pada Ronaldo, tetapi meluas lebih besar ke arah Postecoglou, setelah para suporter menilai bahwa pelatih asal Australia itu tidak memberikan nilai tambah yang diharapkan, dan bahwa Al Nassr tampil tanpa solusi yang jelas menghadapi Al Ain, baik di lini pertahanan maupun serangan, yang membuat suara-suara yang menuntut pemecatannya semakin lantang.
Pendukung Al Nassr mengkritik Postecoglou
Sejumlah kritik berfokus pada reaksi Postecoglou selama pertandingan, dengan menganggap bahwa ketenangan pelatih itu dan ketidakmampuannya mengubah jalannya laga mencerminkan bahwa ia tidak memiliki solusi yang tepat untuk menyelamatkan tim, di mana salah seorang pendukung menulis: "Reaksi dingin Ange menunjukkan bahwa ia bukan pelatih yang tepat untuk Al Nassr".
Para suporter juga menuntut manajemen Al Nassr untuk bergerak cepat jika ingin mengembalikan tim ke jalur gelar, di mana salah satu pesan menyebutkan: "Semedo, Simakan, dan sang legenda Cristiano Ronaldo harus diberi ketegasan", sebagai isyarat akan perlunya mengevaluasi situasi sejumlah pemain inti dalam tim setelah kegagalan menggemparkan di ajang Asia.
Tuntutan perubahan dan perekrutan
Para pendukung Al Nassr mengusulkan solusi cepat untuk keluar dari krisis, dengan mengatakan: "Solusi cepat dan tanpa ragu untuk mengembalikan Al Nassr, dan jika mereka menginginkan gelar", sebelum menentukan tuntutan mereka secara jelas, yang paling utama adalah "memecat Ange", di samping merekrut seorang gelandang jangkar kelahiran Saudi, serta memperkuat posisi bek kiri dengan pemain dari kategori yang sama.
Komentar-komentar ini mengungkap besarnya kemarahan di tribun pendukung Al Nassr setelah kekalahan empat gol tersebut, terutama karena tim menanti penampilan yang berbeda di Liga Champions Asia Elite dengan kembalinya Ronaldo dan kawan-kawan ke ajang tersebut, tetapi mereka justru keluar dari Stadion Hazza bin Zayed dengan kekalahan pahit yang kembali membuka banyak persoalan di dalam tim.

