OLEH DEWI AGRENIAWATI
Kiper Barcelona Marc-Andre ter Stegen merasa momen memalukan di laga terakhirnya melawan AS Roma di Stadio Olimpico justru membuatnya lebih kuat.
Tim polesan Ernesto Valverde menuju ibu kota Italia untuk leg kedua delapan besar Liga Champions, membawa modal keunggulan agregat 4-1.
Penjaga gawang asal Jerman Ter Stegen tampil mengesankan di laga tersebut dan ia kini menjadi andalan Blaugrana di bawah mistar gawang.
Namun, hal itu tidak terjadi di pertemuan terakhir kedua tim pada September 2015, ketika ia lebih banyak main di ajang non liga lantaran Claudio Bravo menduduki kiper utama di La Liga.
Alessandro Florenzi mencetak gol jarak jauh dari tengah lapangan untuk membantu Roma mendapat hasil seri 1-1 di babak penyisihan grup.
“Saya tidak berubah sejak gol itu,” tuturnya dalam konferensi pers pralaga. “Hal-hal seperti ini jarang terjadi.
“Mungkin gol itu membuat saya sedikit lebih kuat karena apa yang dikatakan mengenai saya [setelah gol itu], namun ini jelas tidak mengubah permainan saya.
“Mungkin saya kurang hati-hati soal tembakan dari garis tengah, namun itu bagian dari hidup, bagian dari sepakbola.
“Hal-hal yang tidak Anda harapkan dapat terjadi, seperti gol hebat itu.”
Untuk itulah, Ter Stegen mengajak Blaugrana tidak jemawa menjelang pertandingan yang disebut-sebut hanya “formalitas” sebelum mereka mengunci tiket semi-final.
“Kadang Anda butuh sedikit keberuntungan di fase ini untuk lolos,” imbuhnya.
“Kami memiliki hasil bagus sejauh ini dan permainan kami meningkat setiap kali kami di lapangan. Besok adalah langkah lain, namun ini tidak akan mudah.”





