Rivalitas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mencapai puncaknya saat kedua pemain tersebut bersaing di LaLiga bersama Real Madrid dan Barcelona.
Namun, segalanya mulai mereda sejak Ronaldo membuat keputusan untuk merapat ke Juventus pada 2018, sehingga mengurangi jumlah pertikaian langsung di antara keduanya.
Faktanya, meski hubungan kompetitif mereka sebagai atlet memanas, pada 2019 Ronaldo mengindikasikan bahwa tidak ada permusuhan, dengan mengatakan di acara seremoni ingin mengundang rivalnya itu makan malam bersama. Messi mengatakan bahwa dia "jelas" akan menerima tawaran makan malam dari Ronaldo, dan menekankan bahwa dia "tidak memiliki masalah" dengan bintang ikonik Portugal itu.
"Kami mungkin tidak berteman karena kami belum pernah berbagi ruang ganti bersama, tapi saya selalu melihatnya di acara penghargaan dan tidak ada masalah," kata pemain Argentina itu kepada Sport.
“Kami sebenarnya berbicara cukup lama satu sama lain di acara terbaru.
“Saya tidak tahu apakah akan ada makan malam karena saya tidak tahu apakah jalan kita akan bertemu karena alasan yang jelas, masing-masing dari kita memiliki kehidupan dan komitmen kita sendiri. Tapi yang jelas saya akan menerima undangan itu.”
Lantas, jika tak ada keretakan hubungan antara Messi dan Ronaldo, kenapa masih ada sebagian fans yang ngotot meneriakkan "Messi! Messi!" ke Ronaldo?
Mengapa Suporter Teriakkan 'Messi, Messi' Ke Ronaldo?
Sederhananya, fans meneriakkan "Messi! Messi!" ke Ronaldo dalam upaya untuk membuatnya gusar, atau untuk mengeluarkannya dari lapangan serta 'menggosok lukanya' ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginannya.
Pilihan untuk menggunakan nama Messi, tentu saja, sangat jelas: keduanya telah mendominasi lanskap sepakbola selama dua dekade, bersaing dalam urusan gol dan trofi.
Memang benar, dalam 10 tahun dari 2008 hingga 2017, Ronaldo dan Messi masing-masing memenangkan lima Ballon d'Or, dan Messi mengungguli Ronaldo setelah memenangkan gelar keenam pada 2019.
Meski ia mungkin sudah melunak di masa-masa veterannya, tapi ketika ia masih muda, Ronaldo dilaporkan termotivasi oleh keinginan untuk menjadi lebih baik dari Messi hingga tingkat yang ekstrem.
Oleh karena itu, para pecinta sepakbola yang meneriakkan nama Messi ke Ronaldo mencoba memanfaatkan kompleksitas itu.
Teriakan 'Messi! Messi!' juga sering ditujukan kepada Ronaldo ketika dia sedang menjalani tugas internasional bersama Portugal, dengan para suporter dari negara-negara kecil khususnya berusaha untuk mengganggunya.
Contoh nyata adalah pertandingan Portugal melawan Bosnia-Herzegovina di kualifikasi Euro 2012, Denmark di Euro 2012, Albania di kualifikasi Euro 2016, dan Luksemburg di kualifikasi Euro 2020.
Dia juga menjadi sasaran nyanyian Messi di Piala Dunia Antarklub 2017 melawan Al-Jazira selama berada di Real Madrid.
Teriakan Messi bahkan mengikuti Ronaldo ke Italia, dengan fans Lazio memicu reaksinya setelah mereka mengalahkan Juventus di Supercoppa Italiana pada 2019.
Sang penyerang sering merespons nyanyian tersebut, ironisnya dengan menutup telinganya atau menyuruh para pengkritiknya untuk diam ketika ia berhasil mencetak gol.
Pada 2024, Ronaldo mendapat masalah ketika menanggapi teriakan 'Messi' dari penggemar Al-Shabab dengan sikap kontroversial. Ronaldo kemudian didenda dan diskors oleh otoritas Saudi atas tindakannya.
