Norway Netherlands Germany World Cup 2022 Human RightsGetty/Goal

Mengapa Banyak Tim Memprotes Qatar Di Kualifikasi Piala Dunia 2022?

Tim-tim seperti Norwegia dan Jerman terlibat langsung dalam protes menentang tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar selama babak kualifikasi Maret 2021. Mereka ini mengambil sikap untuk mendukung Hak Asasi Manusia (HAM).

Jadi mengapa mereka memprotes Qatar soal HAM? Tim mana saja yang melakukan protes dan seperti apa situasinya? Goal coba menjabarkannya di sini!

Mengapa Qatar Diprotes?

Banyak tim bersuara untuk menentang dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di negara itu setelah mereka ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Ada banyak laporan pelanggaran terhadap migran di negara itu, dengan The Guardian pada Februari kemarin mengungkapkan bahwa lebih dari 6.500 pekerja dari India, Pakistan, Nepal, Banglades dan Sri Lanka telah meninggal sejak Qatar memenangkan ‘lotre’ untuk jadi tuan rumah turnamen tersebut pada 2010 lalu.

Mereka menemukan bahwa panasnya musim panas di Qatar dan kondisi kerja yang berat kemungkinan besar memainkan peranan penting dalam kematian para pekerja.

Meski laporan tersebut menyatakan bahwa catatan kematian di suatu negara tidak dikategorikan berdasarkan pekerjaan, Nick McGeehan, direktur di FairSquare Projects (kelompok advokasi yang mengadvokasi hak-hak tenaga kerja di negara kawasan Teluk) menyebut ada kemungkinan yang sangat tinggi bahwa para pekerja yang meninggal itu telah bekerja untuk membangun infrastruktur Piala Dunia 2022.

“Sebagian besar pekerja migran yang meninggal sejak 2011 berada di negara itu karena Qatar memenangkan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia,” kata McGeehan.

Tim Mana Saja Yang Melayangkan Protes?

Norwegia, Belanda, dan Jerman terlibat dalam aksi protes guna menentang rekor buruk pelanggaran HAM yang terjadi di Qatar selama kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Maret.

Norwegia memulai protes dalam pertandingan mereka melawan Gibraltar pada 24 Maret, mengenakan t-shirt saat melakukan pemanasan yang bertuliskan: "Hak asasi manusia di dalam dan di luar lapangan" sebelum mereka menghadapi Gibraltar dan Turki di kualifikasi Piala Dunia.

Sementara itu, Jerman mengenakan kaus bertuliskan "Hak Asasi Manusia" sebelum bentrok dengan Islandia.

Pelatih Norwegia Staale Solbakken mengungkapkan alasan di balik protes timnya, mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk "menekan FIFA agar lebih tegas, bahkan lebih galak terhadap otoritas di Qatar, untuk memberlakukan persyaratan yang lebih ketat".

Sedangkan juru latih Belanda Frank de Boer mengatakan sentimen serupa dan bahkan menjawab pertanyaan apakah pihaknya akan memprotes pelanggaran HAM lebih jauh dengan menolak untuk berpartisipasi dalam turnamen 2022.

"Banyak perhatian sekarang difokuskan pada apakah kami harus pergi ke sana jika kami lolos," katanya setelah pertandingan.

“Boleh saja untuk menanyakan pertanyaan itu. Semua orang tahu bahwa apa yang terjadi di sana tidak baik.

"Human Rights Watch dan Amnesty International telah mengatakan bahwa jika kami pergi ke sana, kami dapat mempromosikan tujuannya dengan lebih baik."

Apa Yang Dikatakan FIFA?

Seorang juru bicara FIFA mengatakan dalam sebuah pernyataan, sembari memberikan bukti: "Dengan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang sangat ketat di lokasi... frekuensi kecelakaan di lokasi konstruksi Piala Dunia FIFA tergolong rendah jika dibandingkan dengan proyek konstruksi besar lainnya di seluruh dunia.”

Iklan
0