Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-KSA-NASSR-DAMACAFP
Diterjemahkan oleh

Mendekati Angka Satu Miliar: Utang Mencekik Al Nassr, Tak Ada Transfer Baru

Klub Al-Nassr saat ini tengah dilanda krisis finansial yang mencekik, dan hal ini jelas mengancam aktivitas mereka selama periode transfer musim panas yang sedang berlangsung.

Al-Nassr belum merampungkan satu pun transaksi di bursa transfer musim panas hingga kini akibat krisis tersebut, meski telah mencapai kesepakatan untuk merekrut gelandang asal Portugal, Samu Costa, dari Real Mallorca. Bahkan, klub itu pun belum memastikan perpanjangan kontrak pemainnya, Abdulrahman Ghareeb.

Surat kabar Saudi "Arriyadiyah" mengungkap penyebab krisis tersebut, dengan menegaskan bahwa utang klub Al-Nassr saat ini melampaui 800 juta riyal Saudi, yang berasal dari keputusan-keputusan finansial yang diambil selama musim lalu.

Surat kabar itu menjelaskan bahwa Dana Investasi Publik Saudi (PIF), pemilik Al-Nassr, memutuskan untuk menangani krisis tersebut melalui tiga jalur, dengan tujuan menjaga nilai finansial, dukungan suporter, dan pemasaran klub, serta mencegah utang tersebut membengkak.

Jalur pertama mencakup pembatasan sebagian wewenang finansial manajemen eksekutif saat ini, dan hal inilah yang menghalangi klub untuk merampungkan kontrak apa pun selama periode ini.

Surat kabar itu menunjukkan bahwa Al-Nassr tidak akan merampungkan kontrak baru apa pun di bursa transfer musim panas saat ini, kecuali jika manajemen eksekutif menyediakan likuiditas dari pemasukan klub.

Untuk itulah muncul jalur kedua, yang berupa penunjukan perusahaan konsultan finansial, komersial, dan hukum, guna meningkatkan pendapatan komersial, mengefisienkan pengeluaran, serta memberikan rekomendasi dan solusi yang disertai rencana waktu, untuk menyelamatkan klub dari kondisi finansialnya yang bermasalah.

Adapun jalur ketiga sekaligus terakhir, berupa pengkajian tawaran-tawaran yang berminat mengakuisisi klub Al-Nassr, di mana Dana Investasi Publik sedang mengkaji dua tawaran serius yang ada di mejanya, tetapi lebih memilih agar akuisisi tersebut bersifat parsial.

Para suporter Al-Nassr berharap solusi ketiga dapat terwujud secepat mungkin, mengikuti jejak tetangga sekaligus rival tradisional mereka, Al-Hilal, yang diakuisisi oleh Kingdom Holding Company, milik Pangeran Al-Waleed bin Talal, pada April lalu.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google