Kapten Prancis Hugo Lloris enggan menyalahkan Kylian Mbappe setelah bintang milik Paris Saint-Germain tersebut gagal menunaikan tugasnya di babak adu penalti yang membuat Les Bleus tersingkir dari Euro 2020 di tangan Swiss, Selasa (29/6) dini hari WIB tadi.
Setelah bermain imbang 3-3 selama 120 menit, Mbappe mendapati tendangannya dari jarak 12 pas dimentahkan oleh Yann Sommer. Swiss pun menang 5-4 dan berhak melenggang ke babak perempat-final.
Ini menjadi kali pertama dalam 67 tahun — terakhir Piala Dunia 1954 — di mana Swiss mencapai babak perempat-final turnamen mayor. Sebaliknya, Prancis gagal menembus delapan besar di turnamen mayor untuk kali pertama sejak Piala Dunia 2010.
Apa Kata Lloris?
Dalam pembelaannya terhadap Mbappe, Lloris yang bertindak selaku kapten tim mengatakan kepada beIN Sports: “Di sepakbola, menang-kalah ditanggung bareng,” ujarnya.
“Kita semua punya tanggung jawab atas eliminasi ini. Ini menyakitkan dan tidak ada gunanya menyalahkan satu orang. Kita semua bertarung bersama menghadapi tim lawan dan tidak perlu mencari alasan. Dan kita harus memuji tim Swiss, mereka hebat.”
Lloris menambahkan: “Saya pikir penyesalan yang kami miliki malam ini tentunya, bahwa kami harusnya bisa mengontrol pertandingan dengan lebih baik saat skor 3-1. Kekuatan kami di masa lalu adalah bermain dengan kuat. Dan malam ini, kami seperti tidak memiliki itu di pertandingan.
“Meski begitu, kami tidak menyerah. Kami sudah berupaya mati-matian. Sekarang kami harus mencerna rasa sakit ini.”
Di babak perempat-final nanti, Swiss akan dihadapkan dengan Spanyol, yang di pertandingan lain mengalahkan Kroasia lewat skor dramatis 5-3. La Furia Roja dipaksa bekerja keras melewati babak tambahan waktu untuk menumbangkan runner-up Piala Dunia 2018 tersebut.
Sementara itu, Prancis sekarang bisa mengalihkan fokusnya untuk menatap kualifikasi Piala Dunia 2022, dengan mereka tengah memuncaki klasemen Grup D berkat perolehan tujuh poin dari tiga pertandingan yang telah dimainkan.
